Muh. Syakir : Rabu, 09 Februari 2022 18:19
Ilustrasi (int)

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kasus aktif Corona di Sulawesi Selatan terus naik dua pekan terakhir. Meski begitu, pemerintah belum berencana mengkaji ulang pembelajaran tatap muka (PTM).

Kebijakan untuk tetap melanjutkan PTM mendapat tanggapan beragam. Sejumlah pihak menilai PTM masih cukup aman dilanjutkan. Namun sebagian orang tua berharap ada antisipasi dini.

"Untuk sekarang masih aman lah. Tapi kalau kasusnya naik terus bisa bahaya juga," ucap Andi Suparman, salah seorang warga Makassar, Rabu (9/2/2022).

Suparman melihat, Covid masih mengancam. Klaster sekolah menurutnya memang cukup mengkhawatirkan. Apalagi jika pengawasan prokes mulai longgar.

"Saya kira PTM harus dievaluasi. Kalau diteruskan bisa sangat berisiko," ucapnya.

Pemerintah sendiri telah mengonfirmasi temuan 6 kasus Omicron baru per 8 Februari 2022. Keenam orang ini tersebar di tiga kabupaten.

Mereka yakni berinisial MNS dan AKA dari Kabupaten Soppeng, AC dari Luwu, AAW dari Kabupaten Barru, dan dua warga asal luar provinsi yang melakukan perjalanan ke Sulsel yakni CP dari Sidoarjo dan H dari Jakarta.

Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan, bahwa saat ini Pemprov Sulsel melakukan penelusuran kontak erat (tracing) terhadap enam warga yang terkonfirmasi Omicron itu. 6 orang ini diduga punya riwayat perjalanan.

"Tadi kita sudah melepas tim Mobile Vaccinator dengan melibatkan 1.000 nakes akan dikirim secara bertahap ke daerah. Tim ini yang akan melakukan tracing," kata Andi Sudirman, Rabu (9/2/2022).

Ia pun mengakui, bahwa kasus Covid-19 kini mulai melonjak. Untuk diketahui, tertanggal 7 Februari 2022, terjadi penambahan kasus baru sebanyak 81 orang sehingga kasus positif aktif sebanyak 714 atau 0,64%; angka kesembuhan 97,33%; angka kematian 2,03%. Sehingga total kasus Omicron di Sulsel sebanyak 7 orang.

Angka kasus Corona Sulsel melonjak. Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT) Asrama Haji Sudiang yang sempat nol pasien, sepekan terakhir kembali dihuni 31 pasien.

Direktur Utama Rumah Sakit (RS) Labuang Baji Haris Nawawi menyampaikan, kesiapan FIT di Asrama Haji menghadapi lonjakan kasus. Ada 150 tempat tidur yang disiapkan.

"Tertanggal 6 Februari 2022, tempat tidur yang terpakai sebanyak 31. Kita menyiapkan 150 tempat tidur yang dapat dikonversi menjadi 1.500 tempat tidur," jelas Haris.

Diketahui, layanan FIT ini sudah diadakan oleh Pemprov Sulsel sejak tahun 2021 lalu. Hadirnya layanan FIT ini menjadi inisiasi oleh Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman. Bahkan tempat isolasi ini disediakan gratis dengan kerja sama Kementerian Agama.

Fasilitas Isolasi Terintegrasi merupakan rumah sakit darurat (rumah sakit lapangan) yang diampuh oleh Rumah Sakit Provinsi Sulsel. Yang diperuntukkan bagi pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan yang bisa berasal dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan maupun dari provinsi lain yang kebetulan berada di Sulsel.