Muh. Syakir : Rabu, 18 November 2020 09:32
Armansyah

BANTAENG, PEDOMANMEDIA - Pemerintah menargetkan uji klinis tahap akhir beberapa kandidat vaksin Corona akan rampung awal 2021. Pertengahan tahun akan dilakukan vaksinasi massal.

"Vaksin ini akan membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi secara efisien, dengan mengaktifkan respon tubuh terhadap penyakit tertentu. Jika virus atau bakteri yang sama masuk kembali ke dalam tubuh di masa depan tubuh bisa mengenali dan tahu cara melawannya," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bantaeng Dr Armansyah, Selasa (17/11/2020).

Ia menjelaskan bahwa, semua vaksin yang tersedia untuk masyarakat sudah melalui uji keamanan yang ketat. Termasuk uji klinis sebelum disetujui untuk diproduksi dan dapat diberikan kepada masyarakat.

"Insya Allah Vaksin ini akan hadir tahun 2021 mendatang. Bila vaksin ini siap, maka masyarakat harus siap untuk divaksin," tambahnya.

Kata Armansyah, wabah jangan diremehkan. Ini realita tapi jangan membuat kita pesimistis. Ia pun mengajak masyarakat melakukan perubahan besar pada masa sulit ini dengan tetap produktif untuk meningkatkan perekonomian.

Meski belum mendapatkan pengakuan Badan Kesehatnan Dunia (WHO), Vaksin Corona buatan Indonesia terus menunjukkan progres. Dalam perkembangan terbaru, vaksin ini akan melangkah pada diuji coba hewan di akhir 2020.

“Kemajuan kita sudah 40 persen. Akhir 2020 kita masuk fase uji coba pada hewan,” ujar Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro.

Menurut Bambang, ada 3 platform yang akan dikembangkan lembaga Eijkman untuk vaksin Merah Putih. Pertama target uji coba klinis pada hewan akhir 2020.

“Jika ini sukses maka kita akan melangkah pada fase berikutnya. Menyerahkan bibit vaksin pada biofarma untuk langkah berikutnya. Sampai sekarang progres sudah 40 persen,” katanya.

Kata Bambang, progres 40 persen ini Eijkman tengah mengembangkan vaksin Merah Putih berbasis virus yang bersirkulasi di Indonesia dengan menggunakan platform protein rekombinan yang menargetkan Protein S dan Protein N.

Sejauh ini gen tersebut sudah diperbanyak dan saat ini sedang dimasukkan ke dalam sel mamalia untuk mendapatkan protein rekombinan.

Selanjutnya bibit vaksin diserahkan di awal tahun 2021. Menurut Bambang, kebutuhan vaksin dalam negeri mwncapai 300 jutav dosis. Karenanya untuk memenuhi itu, LBME Eijkman diharapkan mampu menyerahkan bibit vaksin Corona ke Bio Farma pada awal tahun 2021 untuk keperluan uji klinis tahap 1, 2, dan 3.

Lembaga Biologi Molekular Eijkman

Mengembangkan vaksin dengan platform subunit protein rekombinan baik berbasis sel mamalia maupun berbasis sel ragi, dan mulai mengembangkan pendekatan inactivated virus.