Harga Pertalite-Pertamax akan Naik, Imbas Resesi Minyak Mentah Dunia
Subsidi BBM sudah menyentuh Rp500 triliun. APBN bisa bocor jika menambah subsidi lagi.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA – Harga minyak mentah dunia masih di bawah bayang-bayang resesi. Situasi berkepanjangan ini diprediksi bakal memberi tekanan pada harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
"Kalau situasinya terus dalam tekanan maka efeknya akan sampai pada situasi BBM kita. Pada akhirnya pemerintah pasti akan menaikkan harga BBM," terang analis ekonomi Sjamsul Ridjal, Jumat (8/7/2022).
Menurut Sjamsul, dengan koneksi minyak mentah dunia, mustahil mempertahankan harga BBM di Tanah Air. Karena jika itu terjadi kata Sjamsul, pemerintah harus siap menambah subsidi di sektor ini.
"Subsidi BBM sudah menyentuh Rp500 triliun. APBN bisa bocor jika menambah subsidi lagi. Satu satunya opsi ya menaikkan harga BBM," terang Sjamsul.
Mengutip CNBC, patokan minyak West Texas Immediately atau WTI untuk kontrak Agustus 2022, dibandrol seharga 102,46 dollar AS per barrel atau turun 0,27 persen. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk kontrak September 2022, diperdagangkan pada harga 104,1 dollar AS per barrel.
Patrick De Haan, kepala analisis minyak di GasBuddy mengatakan, harga minyak mentah telah jatuh minggu ini, didorong oleh kekhawatiran resesi yang menjulang yang dapat merusak permintaan.
Ia juga khawatir badai besar di Teluk Meksiko bisa menyebabkan kilang minyak tutup, dan masalah geopolitik antara Rusia dan Ukraina bisa mengganggu rantai pasokan.
"Ini akan menjadi penurunan panjang selama tiga minggu terakhir dan ada banyak bukti bahwa resesi menginduksi konsumsi yang lebih rendah. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Saya masih khawatir tentang gangguan pasokan,” kata De Haan mengutip USAToday.
Di samping itu, sejumlah investor juga mengalami kepanikan setelah Perintah Rusia menghentikan pengisian dari terminal CPC selama 30 hari di pelabuhan laut hitam. Padahal terminan CPC berkontribusi pada ekspor lebih dari 30 juta barel minyak mentah Kazakh setiap bulan.
Bloomberg menyebutkan penghentian pengisian dari terminal CPC tersebut terjadi karena fasilitas itu melanggar rencana pencegahan tumpahan minyak.
Penghentian pengisian tersebut, juga tentunya sangat memukul Eropa setelah sebelumnya pasokan minyak mentah Eropa terhambat karena kerusuhan di Libya. Harga minyak yang cukup populer seperti Azeri Light juga mengalami kenaikan akibat pasokan yang terhambat.
Sebelumnya, J.P. Morgan juga mengungkapkan skenario terburuk untuk harga harga minyak yang diperkirakan bisa bergerak di harga 380 dollar AS per barel. Hal ini dimungkinkan jika Rusia memangkas ekspor minyaknya.
Pada perdagangan Wall Street hari Kamis, saham-saham energy menjadi pemimpin di indeks S&P 500 setelah harga minyak kembali berada di atas 100 dollar AS per barel. APA Corp melonjak 7,8 persen, sementara Marathon Oil, Schlumberger dan Diamondback Energy naik lebih dari 5 persen.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
