Muh. Syakir : Kamis, 11 Agustus 2022 20:06
Rahman Pina

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Ketua Komisi E DPRD Sulawesi Selatan Rahman Pina (RP) mengaku akan menindaklanjuti kasus kematian seorang pasien di RSKD Dadi Makassar. Pihaknya akan mengecek ke rumah sakit dan memanggil Dirut RSKD Dadi.

"Segera kita cek ke RSKD Dadi. Kita juga akan panggil dirut termasuk tim medis yang melayani," ujar RP kepada PEDOMANMEDIA, Kamis (11/8/2022).

Menurut RP, penting untuk menindaklanjuti kasus ini. Pertama demi memberi kepastian kepada keluarga. Dan kedua, agar tidak berkembang spekulasi di masyarakat.

"Kita tak bisa berspekuasi terlalu jauh mengenai penyebab kematian pasien sebelum ada rekam medik," ujarnya.

Lanjut politisi Partai Golkar ini, setiap rumah sakit pasti ada analisa akar masalah atau yang biasa disebut Root Cause Analysis (RCA).

"Saya sudah minta itu (RCA) ke RS Dadi. Tapi katanya besok baru diserahkan," terang RP.

Kasus ini mengemuka setelah Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar dilapor ke Polrestabes Makassar. Pihak RSKD Dadi dilapor atas kematian seorang pasien yang dinilai tidak wajar.

Kasus ini berdasarkan laporan polisi bernomor LP: 1311/VII/2022/POLDA SULSEL/RESTABES MKS tertanggal 25 Juli 2022. Dalam LP, pihak keluarga korban menyebutkan, korban masuk ke RSKD Dadi untuk check up kesehatan.

Namun setelah dua jam, korban dilaporkan meninggal dunia. Pihak keluarga menilai ada yang janggal dari kematiannya karena di punggung korban ditemukan banyak luka lebam.

"Kami melaporkan pihak RSKD Dadi karena kematian almarhum (Erwinyanto) kami anggap tidak wajar sebab di tubuhnya banyak terdapat luka lebam dan memar," ujar Ardyanto, selaku pihak keluarga Erwinyanto.

Kata Ardyanto, status meninggalnya Erwinyanto diumumkan hanya berselang dua jam dari waktu almarhum masuk ke rumah sakit tersebut yaitu pada pukul 08.00 Wita

“Almarhum ketika ditangani oleh dokter masih dalam keadaan sehat karena hanya kontrol rutin saja. Kenapa dua jam kemudian dinyatakan meninggal dunia, ada apa?,” ujarnya.

Ia menilai RSKD Dadi lalai dalam menangani pasien. Ardyanto menduga dokter yang menangani korban bukan dokter ahli.

"Jadi yang jadi tanda tanya kami mengapa di tubuh almarhum banyak terdapat luka lebam dan memar. Kami laporkan ini agar bisa diselidiki pihak Polrestabes Makassar,” ungkapnya.

Adyanto berharap, laporan yang mereka masukkan segera ditanggapi dan diproses oleh pihak kepolisian, agar RSKD Dadi bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.