RSKD Dadi Makassar Siapkan 100-an Kamar Khusus untuk Pasien Caleg Gagal
Fasilitas kamar disebut Wawan cukup memadai. Ditambah, tenaga-tenaga profesional, dokter spesialis psikiatri, kurang lebih 15 orang.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Makassar, Sulsel belum menerima laporan adanya pasien gangguan jiwa yang dirawat dari kalangan caleg. Di 2019, RSKD Dadi merawat belasan caleg gagal yang diagnosa depresi.
"Sampai detik ini kami belum dapat informasi baik dari layanan rawat jalan maupun rawat inap terkait peserta-peserta Pemilu yang datang," ujar Humas RSKD Dadi Sulsel Wawan Satriawan kepada wartawan, Selasa (20/02/2024).
Wawan mengatakan, ada 3 tipe kamar di RSKD Dadi yang disiapkan untuk menampung pasien. Ada kamar biasa hingga super VIP.
"Untuk daya tampung sendiri kami sudah siapkan kurang lebih 100 tempat. Ada kelas 3, kelas 2 sampai super VIP. Untuk kelas 2 dan 3 itu fasilitasnya tempat tidur, kipas angin dan TV. Untuk kelas super VIP ada tempat tidur, ruang tamu, ada lemari pendinginnya, dan ada AC-nya," kata Wawan.
Wawan menjelaskan, secara resmi belum ada pasien caleg gagal yang dirawat di RSKD Dadi Sulsel.
"Secara resmi di RS Dadi belum ada tapi kemungkinan ada peserta-peserta Pemilu yang punya kenalan kah atau kerabat kah sama dokter mungkin secara pribadi ada, kalau untuk secara instansi atau rumah sakit belum ada," paparnya.
Namun, pada Pemilu 2019, ada belasan caleg dirawat dan sempat konsultasi ke RS Dadi.
"Sebelumnya itu di Tahun 2019 kemarin itu untuk peserta-peserta Pemilu kurang signifikan kami rawat, kebanyakan konsultasi, untuk depresi secara total itu tidak terlalu signifikan, maksudnya kita pantau dengan pengobatan, jadi tidak berkepanjangan apalagi terapi-terapi juga diutamakan. Totalnya kurang lebih belasan," ucap Wawan.
Untuk saat ini RSKD Dadi Sulsel, menyediakan 100 lebih kamar untuk pasien yang mengalami gangguan jiwa. Ada 15 dokter spesialis psikiater.
Fasilitas kamar disebut Wawan cukup memadai. Ditambah, tenaga-tenaga profesional, dokter spesialis psikiatri, kurang lebih ada 15 orang.
"Kemudian layanan-layanan tambahan seperti rehabilitasi sosial itu banyak yang bisa dilakukan di situ, dan terapi-terapi pasien yang depresi. Kami siap 24 jam, UGD kami terbagi ada yang fisik dan non fisik, fisik itu jiwa, jadi kami 24 jam," tutup Wawan.
