Minggu, 15 Januari 2023 10:38

DPRD Morut Kutuk Tindakan Anarkis TKA Tiongkok Terhadap Pekerja Lokal PT GNI

Aksi mogok pekerja di PT GNI Morowali Utara.
Aksi mogok pekerja di PT GNI Morowali Utara.

Ikhtiarsyah menilai seolah tidak ada itikad baik dari pemerintah bahkan terkesan melakukan pembiaran.

MORUT, PEDOMANMEDIA - Ketua Komisi 2 DPRD Morowali Utara, Ikhtiarsyah merespons keras peristiwa pemukulan karyawan PT GNI yang dilakukan oleh Tenaga kerja Asing (TKA) asal Tiongkok. Tiar mengutuk tindakan semena-mena itu.

Tiar menuturkan bahwa kejadian berawal ketika para tenaga kerja lokal melakukan aksi mogok di area pabrik smelter PT GNI, Sabtu (141/1/2023). Namun aksi tersebut diadang oleh sejumlah karyawan PT GNI asal Tiongkok.

Mereka lalu bertindak anarkis dengan memukuli para karyawan yang sedang mogok kerja dengan beringas.

Baca Juga

"Ini sudah tidak bisa ditolerir lagi, mereka (TKA,red) sudah semena-mena bahkan telah bertindak anarkis dan beringas terhadap tenaga kerja lokal. Pemerintah pusat dan Gubernur Sulteng tidak boleh membiarkan hal ini. Jangan menunggu jatuh korban lagi untuk mengambil tindakan tegas terhadap PT GNI," ujar Ikhtiarsyah.

Politisi PKB ini bahkan tak habis pikir dengan sikap pemerintah pusat dan pemprov Sulteng yang seakan menutup mata. Padahal persoalan serupa terus terjadi di PT GNI.

Ikhtiarsyah menilai seolah tidak ada itikad baik dari pemerintah bahkan terkesan melakukan pembiaran. Dirinya juga menyoroti PT GNI yang hanya berorientasi pada keuntungan semata tanpa meperhatikan aturan-aturan yang ada.

"Pemerintah pusat maupun pemprov Sulteng jangan hanya mau untungnya saja. jangan berdalih karena ini Proyek Strategis Nasional (PSN) maka peristiwa-peristiwa yang terjadi di PT GNI sengaja ditutup-tutupi hanya untuk menyenangkan investor saja. Sementara disisi lain PT GNI juga tidak berupaya memperbaiki diri untuk menaati peraturan-peraturan dalam berinvestasi di negara ini. Mereka hanya mengejar keuntungan semata," tukas Ikhtiarsyah.

Untuk meredam gejolak dan aksi balasan dari tenaga kerja lokal dan masyarakat setempat, Tiar meminta agar semua menahan diri. Ia meminta agar menyerahkan kasus ini ke pihak yang berwajib untuk diproses lebih lanjut.

"Untuk saudara-saudaraku yang menjadi korban dan juga kepada rakyawan lainnya serta masyarakat di sekitar pabrik smelter agar menahan diri, menahan amarah. Serahkan dan percayakan pengusutan kasus ini kepada pihak yang berwajib," imbaunya.

Editor : Muh. Syakir
#PT GNI #TKA China
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer