Kejari Tator Disoroti tak Serius Usut Penyimpangan Dana Desa
Selama ini kata dia, masyarakat mengaitkan hal itu dengan berbagai kepentingan politik.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Kejaksaan Negeri Tator diminta menyelidiki dugaan penyimpangan dana desa yang dikelola kepala lembang di Tana Toraja. Banyak indikasi penyimpangan yang tak disikapi kejari secara serius.
"Jujur saja kami kecewa dengan kinerja Kejari Tator dalam mengusut dugaan penyimpangan penggunaan dana desa. Banyak sekali ketimpangan di lembang-lembang terutama pembangunan infrastruktur," terang pemerhati masyarakat Toraja Semuel Tumanan, Selasa (3/10/2023).
Menurut Semuel, ada kesan diskriminatif dalam pengusutan dana desa. Kejari Tator lebih condong mengusut dana lembang di Toraja Utara dibanding Tana Toraja.
"Setiap ada orang yang tersangka pasti orang dari Toraja Utara terus mau kepala lembang atau kepala dinas tidak ada orang Tana Toraja. Padahal saya yakin penyimpangan dana desa juga terjadi di Tator, " ungkap Semuel.
Semuel mengatakan, kesan diskriminatif ini harus dihilangkan. Selama ini kata dia, masyarakat mengaitkan hal itu dengan berbagai kepentingan politik.
"Ya mungkin bagus kalau sekali-kali Pak Kajati turunkan tim untuk memeriksa pak Kajari Tana Toraja Erianto L Paundanan kenapa bisa cuma orang dari Toraja Utara terus yang dijadikan tersangka. Jangan sampai benar isu ini bahwa ke depan beliau ada kepentingan politik sehingga beliau tidak pernah tersangkakan orang Tana Toraja," bebernya.
Semuel Manan juga menyoroti pemeriksaan sejumlah kepala lembang dan kadis beberapa waktu lalu terkait penggunaan dana Covid-19. Namun pengusutan kasus itu menurutnya berjalan di tempat.
"Sebelumnya ada beberapa orang Tana Toraja dia kepala lembang dan juga kepala dinas mereka diperiksa terkait dengan penggunaan anggaran dana Covid-19 dan juga penggunan anggaran dana desa dan juga penggunaan anggaran pada dinas - dinas namun sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Ini jadi pertayaan besar ada apa dengan kejari," timpalnya.
Sementara itu Kajari Tana Toraja Erianto L Paundanan yang berusaha dihubungi via WhatsApp tidak memberi respons. PEDOMANMEDIA meminta konfirmasi terkait pernyataan Semuel, namun tak dijawab, meski pesan dibaca.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
