Rabu, 04 Oktober 2023 21:32

Ratusan Warga Lembang Balla Tator jadi Korban Pungli Sertifikat Prona, APH Diminta Usut

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Amba menjelaskan bahwa dana yang dihimpun itu digunakan untuk transportasi tim.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Masyarakat Lembang Balla, Tana Toraja melaporkan adanya indikasi pungutan liar dalam pengadaan sertifikat prona. Mereka mengaku dipungut bayaran hingga ratusan ribu dalam pengurusan sertifikat.

"Yang kami tahu inikan (sertifikat prona) gratis. Tapi kami dipungut bayaran ratusan ribu. Makanya ini kami pertanyakan," ujar salah seorang warga Lembang Balla, Rabu (4/10/2023).

Menurutnya, besaran pungutan dipatok  Rp250 ribu per objek lahan. Ia mengaku sempat mempertanyakan hal itu kepada petugas pendata prona, namun tak digubris.

Baca Juga

"Tidak ditanggapi. Mereka bilang ya kalau nda mau sudah. Makanya kami bingung  mau lapor ke mana. Mau melapor tapi kami takut, soalnya kami masyarakat kecil jangan sampai nanti kami dimusuhi," katanya.

Senada dengannya, seorang warga lainnya juga mengaku dipungut bayaran Rp250 ribu. Menurutnya, jika tak dibayar, sertifikatnya tak bakal terbit. 

"Ya akhirnya kami terpaksa bayar," ucapnya. 

Sementara itu Sekretaris Lembang Balla Yusuf Amba La'bi yang dikonfirmasi Rabu (04/10/2023/) membenarkan adanya pungutan pengurusan sertifikat prona. Menurutnya, warga dipatok tarif pengurusan Rp250 ribu.

"Ia benar pak kami suruh mereka membayar Rp250.000 per sertifikat, tapi ada juga yang tidak bayar karena mereka tahu bahwa ini gratis. Makanya mereka begitu pak," ujar Amba.

Ia menyebutkan, hingga saat ini sudah ada sekitar 250 buah sertifikat yang diterbitkan.

Soal pungutan yang dibebankan ke warga, Amba menjelaskan bahwa dana yang dihimpun itu digunakan untuk transportasi tim yang melakukan pendataan ke lapangan.

"Jadi dana yang kami himpun dari masyarakat itu tujuannya untuk transportasi tim ke lapangan dan juga biaya makan minum tim," jelasnya.

Menurut Amba, pungutan itu tak bisa dikategorikan pungli. Karena tujuannya jelas.

"Tidak salah kan kami himpun dana ke masyarakat karena tujuannya jelas. Kalau ada pemeriksa silakan periksa karena kami tidak takut karena penggunaannya jelas," beber Amba.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Dugaan Pungli
Berikan Komentar Anda