Polisi Didesak Selidiki Pemeliharaan Jalan Nasional Sidrap-Enrekang, Bak Kubangan Kerbau
Akhir-akhir ini, jalan itu sering menelan korban. Banyak mobil terperosok ke lubang dan mengalami kerusakan.
ENREKANG, PEDOMANMEDIA - Jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Enrekang-Sidrap kerap menelan korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Sebab mengalami kerusakan yang terbilang cukup parah.
Seperti jalan poros di Kecamatan Cendana. Juga di Kelurahan Galonta dan Puserren, Kota Enrekang.
Warga Puserren, Chaerul Yusuf pun angkat bicara. Dia mendesak aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan terhadap anggaran pemeliharaan jalan itu.
Sebab menurutnya, pemeliharaan jalan itu telah menghabiskan anggaran hingga puluhan miliar. Namun hasilnya tidak sebanding. Jalan nasional tersebut kini bak kubungan kerbau.
"Saya harap Polda dan Kejati Sulsel dapat melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pengguna anggaran. Diduga ada yang aneh dan janggal dalam proses pelaksanaan jalan nasional tersebut," pungkas dia di kediamannya, Senin (18/01/2021).
Chaerul bilang, pada November 2020 lalu, pihak terkait telah melakukan pemeliharaan jalan.
Hanya saja akhir-akhir ini kata dia, jalan itu mulai rusak dan sering menelan korban. Banyak mobil terperosok ke lubang dan mengalami kerusakan.
"Pelaksanaan pemeliharaan jalan tersebut terkesan buang-buang uang rakyat saja. Bayangkan saja, setelah dipelihara jalan tersebut hanya bertahan beberapa hari saja. Langsung aspal yang sudah ditambal kembali terbongkar dan kebanyakan amblas kalau hujan mirip kubangan kerbau," tukas Chaerul.
PEDOMANMEDIA yang mencoba meminta konfirmasi pihak terkait belum bisa dihubungi. PPK 2.3 Bakkae Sidrap-Salubarani Enrekang, Edwin Christofer Manurung tidak memberikan respons.
