Soal Hasil Audit Proyek Gudang Perumda Air Minum Torut, Inspektorat Tegaskan Ada Kerugian Negara
Hanya saja, Andre mengaku tak bisa membeberkan jumlah kerugian negara di proyek tersebut.
TORUT, PEDOMANMEDIA - Inspektorat Toraja Utara telah menyerahkan hasil audit proyek pembangunan gudang Perumda Air Minum Torut kepada Cabang Kejaksaan Negeri Tana Toraja. Inspektorat mengungkap, hasil audit menemukan adanya indikasi kerugian negara.
"Sudah (diserahkan ke Cabjari). Temuannya ada kerugian negara," ujar
Irban Bidang Investigasi dan Tim Tindak Lanjut Inspektorat Torut, Andre saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (7/12/2024).
Menurutnya, hasil audit telah diekspose di Cabjari. Hanya saja, Andre mengaku tak bisa membeberkan jumlah kerugian negara di proyek tersebut.
"Intinya proyek tersebut ada temuannya. Namun saya tidak bisa beberkan berapa jumlahnya karena saya menyalahi kode etik. Kalau saya beberkan jumlah temuannya kecuali ada perintah dari pimpinan baru saya beberkan," kata Andre.
Sebelumnya diberitakan, proyek pembangunan gudang Perumda Air Minum Toraja Utara dalam pengusutan Cabang Kejaksaan Negeri Rantepao. Cabjari masih menunggu hasil audit Inspektorat untuk menetapkan tersangka.
Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Tana Toraja di Rantepao, Alexander Tanak mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihak Inspektorat belum juga menyerahkan hasil audit terkait kasus proyek gudang Perumda Air Minum Torut. Hasil audit kata Alex menghambat proses pengusutan.
Alex menegaskan akan menyurati Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), jika Inspektorat tidak mengeluarkan hasil audit dalam waktu dekat.
"Kalau Inspektorat tidak mau kasih hasil auditnya, maka kami akan bersurat ke BPK untuk dilakukan audit," tegasnya.
Tak hanya itu, pihak kejaksaan juga akan mengeluarkan lagi Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru dalam waktu dekat.
"Saya tegaskan tidak akan pernah mundur," kata dia.
Selain proyek gudang, Kacabjari Rantepao juga mengungkapkan beberapa kasus lain yang akan diusut di Perumda Air Minum Toraja Utara seperti pemasukan dari pembayaran/denda pelanggan dan pengeluaran.
Diketahui, proyek gudang yang berdinding seng milik Perumda Air Minum Toraja Utara menghabiskan anggaran Rp600 juta. Informan dari internal Perumda Air Minum membeberkan jika biaya pembangunan gudang tersebut tidak ada dalam anggaran.
