Kemensos Umumkan Penerima Bansos Bertambah 4,3 Juta Keluarga
Pemutakhiran DTSEN sangat krusial untuk merespons dinamika kondisi sosial ekonomi warga, serta memperbaiki ketidaksesuaian data di lapangan.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat ada 4,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru yang akan menerima bantuan sosial (bansos). Masuknya jutaan KPM baru ini terjadi setelah pemerintah memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi dan Nasional (DTSEN).
Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis, Andy Kurniawan, menyatakan pemanfaatan DTSEN memperluas jangkauan pemerintah dalam memotret kondisi riil masyarakat.
Dengan demikian, kelompok yang sebelumnya tak tercatat kini bisa terakomodasi. Pemutakhiran DTSEN salah satunya adalah proses penentuan desil.
“Bagaimana dulu yang banyak tidak bisa mendapatkan bansos, sekarang ada 4,3 juta KPM baru ini mendapatkan bansos. Karena kita sudah menggunakan desil itu,” ujar Andi dalam keterangan resmi Kemensos, dikutip pada Minggu (13/9).
Dia juga melihat pemutakhiran DTSEN sangat krusial untuk merespons dinamika kondisi sosial ekonomi warga, serta memperbaiki ketidaksesuaian data di lapangan.
“Hal-hal yang kiranya error di lapangan, semuanya kita respons. Semua masukan dari media kita respons dan langsung kita tindak lagi sebagai bagian dari pemutakhiran,” ucapnya.
Direktur Metodologi, Statistik, dan Science Data BPS, Setia Pramana, menyatakan DTSEN dibangun dengan menggabungkan DTKS, Regsosek, dan P3KE.
Masing-masing data tersebut memiliki karakteristik dan kelengkapan yang beragam, sehingga proses integrasi menjadi tahap yang sangat vital.
Setia menekankan pentingnya pemutakhiran berkala karena mobilitas dan dinamika penduduk yang tinggi, seperti warga yang berpindah domisili atau meninggal dunia.
“Data itu memang harus di-update karena kondisi masyarakat berubah. Ada yang pindah domisili, ada yang meninggal, dan sebagainya,” jelasnya.
Dalam menentukan peringkat kesejahteraan atau desil, BPS tidak hanya melihat aspek pendapatan, melainkan menggunakan pendekatan Proxy Means Test (PMT) serta machine learning yang bersandar pada data pengeluaran rumah tangga dari Susenas.
Pemodelan ini juga dirancang spesifik berdasarkan karakteristik wilayah di setiap kabupaten/kota untuk menjaga ketepatan sasaran.
“Modelnya kita bangun di masing-masing kabupaten/kota karena karakteristik masing-masing daerah itu berbeda,” tuturnya.
Sebelumnya Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan pemerintah akan mulai menguji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui rekening bank pada kuartal I 2027.
Pemerintah menargetkan sekitar 50 juta masyarakat dalam kategori desil 1-4 menjadi penerima manfaat dalam skema tersebut.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
