BANTAENG, PEDOMAN MEDIA - Tak Berujung, Sektor pertanian di Bantaeng sejauh ini masih menuai sorotan. Forum Pemerhati Rakyat (FPR) Bantaeng meminta pemerintah melakukan penelitian terhadap masalah yang dihadapi masyarakat.
Ketua FPR Ahmad Pasallo mengatakan bahwa permasalah yang dialami masyarakat saat ini tak akan berujung jika pemerintah hanya diam dan tidak memberikan solusi.
Selain kelangkaan pupuk yang selama ini telah dikeluhkan oleh masyarakat petani, kini masyarakat telah dihadapkan dengan masalah anjloknya harga hasil produksi pertanian, sementara harga kebutuhan pokok petani semakin mahal.
"Contoh misalnya, racun rumput Gramaxone tahun 2020 harga hanya Rp65 ribu sekarang naik menjadi Rp70 ribu, sementara harga hasil produksi pertanian semakin menurun, seperti Kopi Arabika yang hingga saat ini tidak memiliki ketetapan harga," katanya.
Padahal, kata Ahmad, masalah ini sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah dan meminta pemerintah untuk melakukan penelitian di lapangan.
"Jika pemerintah memang berpihak kepada masyarakat maka pemerintah harusnya tidak menutup mata, dan segera memberikan jawaban atas permasalahan di tengah masyarakat petani," tambahnya.
"Apalagi saat sekarang ini kita semua telah diperhadapkan dengan situasi yang rumit yakni pandemi Covid-19," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
-
Ada Dugaan Suap, Jaksa Disebut Tebang Pilih Tetapkan Tersangka Kasus DAK Pertanian Bantaeng
-
FASI XII Tingkat Provinsi akan Digelar di Bantaeng, Dibuka Prof Zudan 25 Juli
-
Kelurahan Bonto Lebang Jadi Penggunaan Pertama EBT di Sulselrabar Melalui REC PLN
-
Sekda Bantaeng Buka Pelatihan-Sertifikasi PBJB: Pengadaan Barang dan Jasa Rawan
-
Pj Bupati Abubakar Lepas Tim Sepak Bola U-10 Bantaeng Berlaga di Yogyakarta