Rabu, 05 Mei 2021 08:26

Rp10 M Dana Petani di Pemprov Sulsel Mandek, DPRD: Harus Ada Prioritas

Anggota DPRD Sulsel, Andi Nurhidayati Zainuddin menginisiasi RDP dengan PT Benindo di DPRD Sulsel.
Anggota DPRD Sulsel, Andi Nurhidayati Zainuddin menginisiasi RDP dengan PT Benindo di DPRD Sulsel.

Ada Rp10,3 miliar uang PT Benindo untuk petani yang belum dibayarkan pemprov. PT Benindo terpaksa harus menggunakan dana pinjaman

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Anggota DPRD Sulsel, Andi Nurhidayati Zainuddin merespons keluhan petani jagung di Kabupaten Soppeng yang belum dibayar pihak PT Benindo Perkasa Utama. Mandeknya pembayaran disebut karena miskomunikasi PT Benindo dengan pemprov.

Diketahui PT Benindo terikat kerja sama bantuan bibit jagung gratis kepada petani se-Sulawesi Selatan. Dalam kerja sama disepakati, hasik panen jagung petani dijual kembali ke PT Benindo dan dibayar per 15 hari.

"Nah sampai sekarang itu belum dibayarkan. Ini yang dipertanyakan petani," jelas Nur dalan rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Sulsel, Selasa (4/5/2021).

Baca Juga

Rapat dihadiri PT Benindo Perkasa Utama, masyarakat perwakilan petani dan pihak pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

"Pekan lalu waktu ada kunjungan kerja di Soppeng saya menerima aspirasi dari beberapa petani jagung terkait keterlambatan pembayaran dari PT Benindo. Padahal petani mendapatkan informasi bahwa pemerintah provinsi sudah mencairkan anggaran PT Benindo," ujarnya.

Kata Andi Etti, sapaannya, ini menjadi simpang siur. Karena pihak PT Benindo justru menyampaikan belum ada pembayaran dari pemprov.

Usai menerima aspirasi ini, Andi Etti mengaku langsung berkomunikasi dengan Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan terkait pembayaran itu. Dari kadis diketahui bahwa pembayaran memang belum dilakukan.

"Pak Kadis sampaikan hal yang sama seperti yang disampaikan oleh pihak PT Benindo. Belum dibayarkan. Tapi masyarakat tetap percaya informasi yang beredar bahwa sudah dibayarkan. Makanya saya menginisiasi RDP ini," lanjutnya.

Andi Etti menegaskan, RDP ini untuk memperjelas informasi terkait keterlambatan pembayaran yang dilakukan PT Benindo kepada petani jagung. Kepada petani diharapkan tidak mudah mempercayai informasi yang diterima.

"(RDP) Ini untuk mencegah kesalahapahaman antar masyarakat dengan PT Benindo, terlebih ada informasi yang tidak utuh diterima masyarakat terkait pembayaran. Informasi itu bisa memperkeruh hubungan kerja sama yang selama ini terbangun antara petani dengan PT Benindo," jelasnya.

Pertemuan juga dihadiri Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Andi Ardin Tjahjo dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Rasyid.

"Ada Rp10,3 miliar uang PT Benindo belum dibayarkan pemprov. Terkait pembayaran ke petani, PT Benindo juga menyampaikan ada beberapa yang sudah dibayarkan, menggunakan dana sendiri dan pinjaman. Bahkan PT Benindo mengajukan pinjaman ke Bank Sulsel untuk membayar petani," jelasnya.

Editor : Muh. Syakir
#Pemprov Sulsel #Dana Petani Mandek #RDP DPRD Sulsel
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer