Kamis, 10 Juni 2021 19:15

PUKAT Sulsel Desak Pemkot Makassar Tindak Tegas Usaha Anging Mammiri

Direktur PUKAT Sulsel Farid Mamma.
Direktur PUKAT Sulsel Farid Mamma.

Farid Mamma mengatakan, Usaha Anging Mammiri berdiri di kawasan negara yakni Pantai Tanjung Merdeka.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Lembaga Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (PUKAT) Sulsel mendesak Pemkot Makassar untuk menindak tegas usaha wisata Anging Mammiri. Dimana, Anging Mammiri diduga tidak memiliki izin IMB dan usaha.

Dimana, kata dia, Kafe Anging Mammiri berdiri di kawasan negara yakni Pantai Tanjung Merdeka.

"Usaha Anging Mammiri ini sangat menyalahi aturan. Dia (Anging Mammiri) tidak memiliki izin IMB dan izin usaha," tegas Direktur PUKAT Sulsel Farid Mamma, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga

Dimana, Farid Mamma juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas PTSP dalam hal ini Kadis PTSP Makassar Andi Bukti Djufri terkait izin IMB dan usaha.

"Kadis bilang pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin IMB dan izin usaha," jelasnya.

"Kami meminta Pemkot Makassar untuk segera menegakkan aturan. Jangan tinggal diam, jangan seakan-akan tutup mata," pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi A DPRD Makassar Rachmat Taqwa Quraisy (RTQ) meminta Pemkot Makassar menindak tegas usaha Wisata Anging Mammiri. Dimana, bangunan itu diduga berdiri tanpa izin mendirikan bangunan (IMB).

Ia mengatakan, persoalan Kafe Anging Mammiri yang berdiri di kawasan wisata pantai Tanjung Merdeka Anging Mammiri itu sudah dibahas sewaktu Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi A DPRD Makassar dengan pihak pengelola Anging Mammiri dan dan para dinas terkait.

Hasil RDP, kata RTQ, pihaknya menemukan bahwa apa yang dilakukan oleh pihak pengelola usaha wisata Anging Mamiri memang telah menyalahi aturan.

Selain seluruh bangunan usahanya tak mengantongi IMB, usaha Beach Stone yang juga masih bagian dari usaha wisata Anging Mamiri, juga tak memiliki perikatan perjanjian kerja sama mengenai pemanfaatan lahannya.

“Kami meminta Pemkot tegas dalam menjalankan aturan yang ada. Kami akan koordinasi ke teman-teman Satpol dan Dinas Tata Ruang, apalagi ini sudah melalui RDP. Tentunya kami menyayangkan apa yang dilakukan pihak hotel,” ucap Rahmat Taqwa, Rabu (9/6/2021).

Terpisah, salah seorang pemegang saham Anging Mammiri Beach Cafe dan hotel, Andi Djamaluddin mengaku bahwa bangunan gedung yang berada dalam kawasan usaha wisata Anging Mammiri yang ditempatinya tersebut, memang tak memiliki IMB. Meski sebelumnya, pihaknya pernah mengajukan permohonan IMB untuk membangun awal di atas lahan kawasan wisata yang dimaksud.

“Memang izin IMB-nya tidak ada, kami sudah pernah bermohon sewaktu membangun, tetapi tidak diterbitkan oleh Pemkot dengan alasan lokasi berada dalam zona sempadan pantai (laut),” ungka Om Betel sapaannya.

Ia berharap masalah yang dialami pihaknya tidak dibesar-besarkan. Tapi, kata dia, pihaknya butuh pembinaan dari pihak terkait dalam hal ini Pemkot Makassar.

“Tapi kalau ingin bongkar bangunan kami juga silahkan. Tapi jangan tebang pilih, bongkar itu juga semua bangunan yang berada dalam zona sempadan pantai seperti yang ada di depan Benteng Fort Rotterdam misalnya dan seterusnya. Perlu diketahui, usaha Anging Mammiri ini juga berkontribusi menciptakan lapangan kerja, jadi itu juga tolong dipertimbangkan baik-baik,” ungkap Betel.

“Jangan hanya gedung kami yang disegel atau mau dibongkar, ini kriminalisasi namanya, segel juga gedung yang lain, saya tantang Pemkot berani tidak?,” lanjut Betel.

Kepala Bidang Penindakan DTRB Kota Makassar Karyadi Karsa mengatakan, bangunan yang beralamat di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate itu hingga kini belum mengantongi Dokumen IMB lantaran tata letak bangunan dianggap bermasalah.

“Kemarin waktu membangun kami sudah larang untuk tidak melanjutkan, karena bangunan itu tidak memenuhi syarat untuk diterbitkan IMB-nya. Itu karena lokasi bangunannya berada dekat dengan pantai, makanya kami kemarin pasang papan penyegelan di sana,” kata Karyadi Karsa saat dikonfirmasi, Selasa 8 Juni 2021.

Hal yang sama juga diungkapkan pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar. Kepala Dinas DPM- PTSP Kota Makassar Andi Bukti Djufrie melalui Kepala Bidang non Teknis Faisal Burhanuddin menegaskan jika pihaknya belum pernah mengeluarkan izin apapun terkait Kafe Anging Mammiri.

“Sampai saat ini kami belum pernah mengeluarkan izin apapun. Pernah mereka ajukan permohonan tetapi kami tidak berani terbitkan karena bangunannya dianggap bermasalah,” terang Faisal.

Editor : Jusrianto
#Anging Mammiri tak Punya IMB #PUKAT Sulsel
Berikan Komentar Anda