Jumat, 30 Juli 2021 06:58

Tanggapan Laksus Usai Polda Sulsel Tetapkan Tersangka Proyek RS Batua

Muh Ansar
Muh Ansar

Laksus memuji langkah Polda Sulsel. Penetapan tersangka kasus RS Batua dianggap telah memenuhi rasa keadilan publik.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Direktur Lembaga Anti Korupsi Sulsel (Laksus) Muh Ansar menanggapi langkah kepolisian menetapkan tersangka dalam proyek RS Batua Makassar. Ia menilai, langkah itu patut diapresiasi.

"Saya kira ini sebuah langkah hukum yang harus kita apresiasi. Polda Sulsel sudah menunjukkan komitmen dalam pemberantasan korupsi," ujar Ansar, Kamis (29/7/2021).

Kamis kemarin Ditreskrimsus Polda Sulsel menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek RS Batua Makassar. Nama-nama tersangka akan dirilis penyidik pada Senin mendatang.

Baca Juga

Penetapan tersangka dilakukan dalam gelar perkara di Polda Sulsel, Kamis kemarin. Kepolisian menyebut penetapan tersangka setelah keluarnya hasil audit BPK yang menyatakan adanya indikasi kerugian negara dalam proyek bernilai Rp25 miliar itu.

Disebutkan Ansar, penetapan tersangka kasus RS Batua memenuhi rasa keadilan publik. Sebab kata dia, korupsi adalah kejahatan luar biasa yang bukan hanya merugikan uang negara, tetapi dapat berdampak pada seluruh tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Korupsi juga merupakan kejahatan yang merampas hak rakyat untuk menikmati pembangunan dan pelayanan publik," katanya.

Karenanya Ansar berharap ke depan Polda Sulsel terus menjaga integritas dalam rangka pemberantasan korupsi di Sulsel.

Sudah Diprediksi Menyeret Pejabat

Pada Maret 2021 lalu Lembaga Anti Korupsi Sulsel (Laksus) menyampaikan, proyek RS Batua akan sampai pada menetapkan tersangka dalam waktu yang tak terlalu lama. Kasus ini memungkinkan menyeret banyak pejabat Pemkot Makassar.

"Karena sebenarnya sudah jelas siapa yang bertanggung jawab di sini. Kita tinggal menunggu penyidik bekerja. Saya kira nda akan lama," terang Ansar Maret lalu.

Menurut Ansar, progres kasus ini berjalan. Atensi Polda Sulsel sangat besar. Kata dia penyidik sudah menggali sangat jauh siapa yang bertanggung jawab di dalamnya.

"Itu semua sudah terang. Mulai dari konsultannya siapa, kontraktornya sampai pejabat pejabat di internal dinas (Dinkes Makassar)," papar Ansar.

Ansar menjelaskan, banyak persoalan di RS Batua yang digali penyidik. Selain dugaan kerugian negara mencapai Rp20 miliar yang berarti bangunan tersebut dalam kategori total loss.  Juga ada penyimpangan sisi administrasi. Termasuk, kesalahan konstruksi pada bangunan.

"Ada kesalahan fatal pada konstruksi bangunan. Jadi memang memungkinkan bangunan itu nanti dirobohkan karena tidak layak dilanjutkan," urainya.

Editor : Muh. Syakir
#RS Batua Makassar #Kasus RS Batua #Polda Sulsel #Laksus
Berikan Komentar Anda