TATOR PEDOMANMEDIA - Di era kepemimpinan Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara (NiVi), Kabupaten Tana Toraja (Tator) menjadi urutan terendah penurunan stunting. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulsel nomor 2342/X/2020 yang berada diurutan terakhir dengan skor 28.
Dari hasil penilaian kinerja kabupaten lokus pelaksanaan konvergensi intervensi penurunan stunting terintegrasi di Provinsi Sulsel 2020 dan hasil penilaian kinerja untuk kategori kabupaten lokus kinerja yang paling inovatif, inspiratif, dan replikatif.
Berdasarkan hasil kartu belanja pengetahuan antar sesama Kabupaten Lokus Tahun 2020 Kabupaten Tator berada pada enam.
Anggota DPRD Tator Fraksi Partai Demokrat Kristian HP Lambe merasa kecewa atas kinerja Pemkab Tator khususnya leading sector Dinas Kesehatan dalam menanganan stunting di Kabupaten Tator.
"Pemda tidak berhasil mengurangi angka stunting. Padahal program unggulan ini merupakan ujung tombak dari pilar 'jangan biarkan rakyatku sakit'," katanya, Selasa (20/10/2020).
Ketua Bapemperda itu mengatakan, akibat stunting sangat berdampak pada rendahnya kecerdasan intelektual, menurunnya kemampuan fisik, dan lebih rentan terkena penyakit degeneratif seperti obesitas, diabetes melitus. Dengan demikian akan melemahnya kualitas generasi sumber daya manusia Toraja di masa depan.
"Stunting adalah salah satu penyebab yang dikarenakan gizi buruk dan kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu lama, sehingga mengakibatkan gangguan pada anak dan balita. Ciri-ciri penderita stunting biasa terlibat pada Badan penderita pada anak lebih rendah atau pendek dari standar usia normal," jelasnya.
BERITA TERKAIT
-
PKK Mati Suri di Era NiVi, Kalangan Perempuan Inginkan Theo-Zadrak Pimpin Tator
-
Polisi Sidik Dugaan Pelanggaran ASN Tator yang Untungkan Petahana
-
Bantaeng Jadi Daerah Terendah Kasus Stunting di Sulsel
-
Spanduk NiVi di RSUD Lakipadada Dinilai Melanggar, Satpol PP dan Bawaslu Saling Lempar Bola
-
Dicuekin NiVi, Komunitas DMS Alihkan Dukungan ke Theo-Zadrak