MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto diperiksa Polda Sulsel menjadi trending topik pekan ini. Kabar ini bersanding dengan kecelakaan lalu lintas di Gowa yang membuat korbannya tewas terpanggang.
Dua berita ini menempati rating pembaca tertinggi di PEDOMANMEDIA. Kami mengulasnya kembali untuk pembaca.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto diperiksa terkait kasus dugaan korupsi RSUD Batua, Makassar, Kamis (26/8/2021). Danny diperiksa empat jam.
"Sebagai saksi. Sifatnya klarifikasi terkait pengetahuanya soal proyek RS Batua," kata Kasubdit Tipikor III Ditreskrimsus Polda Sulsel Kompol Fadli di Mapolda Sulsel, Kamis (26/8/2021).
Menurut Fadli, Danny dimintai keterangan soal proyek ini karena saat proyek digulirkan ia masih menjabat wali kota.
"Kita tanya banyak hal. Tapi inikan cuma saksi," kata Fadli.
Danny diperiksa dari pukul 14.00 hingga pukul 18.00 Wita. Danny tak memberi keterangan usai diperiksa.
Penyidik rencananya akan kembali memeriksa 13 tersangka. 13 tersangka telah menjalani pemeriksaan dalam rentang waktu 2 pekan.
Sampai selesainya pemeriksaan tahap pertama, penyidik belum melakukan penahanan. Penyidik beralasan masih butuh waktu untuk mendalami kasus ini.
Tabrakan maut dua sepeda motor di Kabupaten Gowa, Jumat pagi (27/8/2021) viral di media sosial. Warga menceritakan detik-detik peristiwa horor itu.
Peristiwanya terjadi di Kampung Tanetea Desa Bontosunggu Kecamatan Bajeng, Gowa. Korban tewas bernama Muh Rusdi Dg Gassing (70), seorang pensiunan PNS.
Warga menuturkan, peristiwa tragis ini bermula saat korban Rusdi keluar dari SPBU usai mengisi bahan bakar dengan jerigen. Saat akan memotong jalan, tiba-tiba dari arah selatan, datang sepeda motor yang dikendarai Usman dg Lette.
Usman melaju dengan kecepatan tinggi. Ia tiba tiba kehilangan kendali dan menyeruduk korban. Korban terpental bersama sepeda motornya.
Saat terjatuh, muncul percikan api hingga sepeda motor yang dikendarai korban terbakar. Korban yang sudab uzur tak bisa menyelamatkan diri. Api tiba-tiba sudah membesar dan membakar tubuh korban hingga gosong.
"Cepat sekali kejadiannya. Tiba-tiba api membesar. Korban waktu jatuh tidak bisa bangun dan akhirnya ikut terbakar," ujar seorang saksi mata di TKP.
Menurut warga, tak ada yang berani melakukan evakuasi. Karena api sangat besar. Beberapa warga mencoba menjinakkan api, tapi gagal.
Kanit Reskrim Polsek Bajeng Ipda Haryanto, yang tiba di TKP mengaku tidak bisa lagi menyelamatkan korban karena tubuhnya sudah terkurung api. Seluruh tubuhnya terpanggang dan akhirnya tewas.
Ia menyebut, api membesar karena korban membawa bahan bakar Pertalite dalam jerigen.
"Pas ada percikan api, itu memicu kebakaran. Karena korban membawa bahan bakar," katanya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
TOP SEPEKAN: Kejati Sulsel Telisik Dugaan Bagi-bagi Duit di Kasus Bibit Nanas; 2 Wanita Makassar Diburu Kasus Narkoba
-
TOP SEPEKAN: Polisi Tembak Pelaku Curanmor di Wajo; Raja Tambang Kalteng Samin Tan Ditahan
-
TOP SEPEKAN: KPK Telisik TPPU Bupati Pekalongan; AKP Muh Arif jadi Kasatnarkoba Polres Torut
-
TOP SEPEKAN: Irma Bongkar Dedy-Andre Terima Duit Bandar Narkoba; Bareskrim Tangkap Ko Erwin
-
TOP SEPEKAN: Istri Anggota DPRD Sulsel Tewas Kecelakaan, 2 Pentolan KKB Pembunuh Polisi Ditangkap