Rabu, 15 September 2021 06:40

Warga Sengkang Keluhkan Bekas Galian Jargas, ini Jawaban Pemkab Wajo

Bekas galian jaringan gas di Kota Sengkang, Wajo.
Bekas galian jaringan gas di Kota Sengkang, Wajo.

Proses penutupan bekas galian itu tidak serta merta dilakukan. Karena akan dilakukan dulu pembersihan bagian dalam pipa.

SENGKANG, PEDOMANMEDIA - Material bekas galian jaringan gas untuk proyek City Gas di Kabupaten Wajo, dikeluhkan warga karena menumpuk menutupi bahu jalan. Material ini mempersempit akses pengguna jalan.

Material menumpuk berhari-hari. Di sejumlah titik yang dilalui di kota Sengkang, bekas galian ini merusak struktur jalan. Tampak belum ada perbaikan kembali.

“Kami pertanyakan apakah ada anggaran untuk perbaikan kembali seperti semula. Kalau jalan beton ya dibeton kembali, dan kalau aspal atau paving blok, diperbaiki seperti semula,” tanya Andy dan Arfian, warga Sengkang, Wajo.

Baca Juga

Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Bappelitbangda Wajo, Rudiyanto secara terpisah mengatakan, bekas galian jaringan gas itu akan diperbaiki seperti semula. Ia mengaku ada proses teknis yang harus lebuh dahulu dilakukan.

“Nanti setelah dilakukan pengujian dan sudah menyala di rumah baru dilakukan penutupan dengan dipadatkan dan melapis atasnya sesuai kondisi semula,” katanya.

Rudiyanto juga mengatakan, proses penutupan bekas galian itu tidak serta merta dilakukan. Khususnya pada ujung pipa, karena akan dilakukan dulu pembersihan bagian dalam pipa.

Selanjutnya dilakukan penyambungan dan pengujian kebocoran pada sambungan pipa. Lalu diinjeksi nitrogen untuk mengeluarkan udara di dalam pipa kemudian pengaliran gas.

“Nah ketika semua selesai baru dilakukan perapihan galian. Jadi dimohon kesabaran masyarakat karena adanya galian pipa gas,” harap Rudiyanto.

Secara terpisah, Doni Oktarison, salah satu PPK dari Kementerian ESDM RI dan Randa, Humas PT PGAS/PGN Solution Project Jargas mengungkapkan, pekerjaan galian akan diperbaiki kembali sesuai dengan kondisi semula. Baik tanah, aspal, dan beton (rekondisi sesuai rona awal).

“Anggaran untuk rekondisi tersebut ada. Nah, kenapa belum direkondisi karena pekerjaan masih penempatan/lowering pipa dan belum diuji sehingga belum kita tutup. Galian akan ditutup dan secara bertahap akan dikembalikan ke kondisi awal setelah pengujian jaringan pipa gas sudah dinyatakan aman dan tidak bocor,” ungkap Doni.

“Saat ini masih diuji pak karena masih ada kebocorannya. Sebagai concern, pipa yang kita bangun tersebut bukan pipa air tapi pipa gas sehingga kami sangat concern akan keandalan (reability). Jaringan yang terpasang tersebut sudah lulus uji dan standar, sehingga dapat dimanfaatkan dan digunakan oleh masyarakat secara aman nantinya,” lanjut Doni.

Doni mengemukakan, untuk saat ini jaringan gas di Wajo baru 5750 SR, dan akan ditambah 1.000 SR.

“Tapi masih menunggu surat resminya dulu perihal penambahan calon pelanggan 1.000 SR tersebut,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya dalam rapat kerja pembahasan anggaran Komisi VII DPR RI dengan Kementerian ESDM disepakati Wajo pada 2021 mendapatkan tambahan 1.000 sambungan rumah tangga sehingga total menjadi 6750 dan saat ini sebanyak 5.750 sambungan yang tengah berjalan pelaksanaanya untuk dua kecamatan yakni Kecamatan Tempe dan Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo.

Penulis : Andi Erwin
Editor : Muh. Syakir
#Pemkab Wajo #Proyek Jaringan Gas Wajo
Berikan Komentar Anda