Kamis, 16 September 2021 18:18

Tuding Dakwaan JPU Kabur, Terdakwa Kredit Fiktif Rp 25 Miliar di Bank Daerah Ajukan Eksepsi

Sidang pembacaan Eksepsi Kasus Kredit Fiktif Perbankan Rp 25 Miliar di Pengadilan Negeri Makassar (ist)
Sidang pembacaan Eksepsi Kasus Kredit Fiktif Perbankan Rp 25 Miliar di Pengadilan Negeri Makassar (ist)

Dalam uraian dakwaan JPU justru menyertakan pasal 55 KUHP, sementara dalam kasus ini hanya ada satu terdakwa. Atas dasar ini terdakwa dan pengacaranya menganggap dakwaan batal demi hukum.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Terdakwa pembuat kredit fiktif Bank Sulselbar hingga Rp 25 miliar, Muh Iqbal Reza Ramadhan akhirnya menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (16/9/2021).

Setelah didakwa dengan sejumlah pasal korupsi dan Pencucian uang, terdakwa melakukan perlawanan dan melayangkan nota eksepsi.

Dalam nota tersebut, terdakwa melalui penasehat hukumnya Ahmad Farid menilai dakwaan JPU kabur. Sebab dalam uraian dakwaan JPU, Penuntut Umum justru menyertakan pasal 55 KUHP.

Baca Juga

Sementara kata Ahmad Farid, dalam kasus ini hanya ada terdakwa tunggal.

Yang kedua kata Ahmad Farid, dalam uraian kronologis JPU banyak menjelaskan tentang manipulasi dan pemalsuan dokumen. Yang mana hal itu menunjukkan peristiwa pidana umum dan bukan pidana khusus.

"Dari halaman 1 sampai 11 Jaksa Penuntut menguraikan kronologis perbuatan terdakwa yang mana setelah kami cermati dari kronologis tersebut seharusnya bukan tidak pidana khusus. Melainkan tindak pidana umum yang seharusnya dibuktikan terlebih dahulu," ujarnya.

Olehnya atas dasar tersebut Ahmad Farid berharap Majelis Hakim menolak dakwaan JPU. Sebab dakwaan tersebut sudah seharusnya batal demi hukum. Atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima.

Menanggapi hal itu, Kejaksaan Tinggi Sulsel angkat bicara. Melalui kasi penkum tudingan terdakwa akan segera dijawab.

"Kita pastikan itu. Kita akan jawab itu pekan depan," tukasnya Idil saat dikonfirmasi.

Diketahui sebelumnya terdakwa kasus kredit fiktif Muh Iqbal Reza Ramadhan didakwa pasal berlapis lantaran dianggap telah dengan sengaja mengajukan kredit fiktif di bank milik negara dengan cara memanipulasi data pengaju kredit dan memalsukan data-data.

Atas dasar itu JPU mengenakan sejumlah pasal masing-masing dakwaan Primair yakni pasal 2 ayat (1) UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke satu KUHP dan Jo pasal 64 ke satu KUHP.

Selanjutnya lantaran diduga melakukan pencucian uang, dia juga dikenakan pasal 3 Jo pasal 18 UU Tipikor Jo pasal 55 ayat (1) KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

 

Editor : Muh. Chaidir
#kasus kredit fiktif bank Sulselbar #Kejati Sulsel #Karyawan Bank Sulselbar Cabang Bulukumba
Berikan Komentar Anda