PALU, PEDOMANMEDIA - Perburuan sisa kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) terus dilakukan. Hanya saja perburuan ini masih mengandung risiko karena para teroris diduga membawa banyak bom.
"Perburuan terus dilakukan. Tetapi tetap berbahaya karena mereka bersenjata dan membawa banyak bom," terang Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Irjen Rudy Sufahriady kepada wartawan, Jumat (24/9/2021).
Kapolda mengungkapkan, kelompok MIT anak buah Ali Kalora itu tersisa 4 orang. Mereka diduga berada pegunungan Poso, Sigi, dan Parigi Moutong. Aparat berusaha mengurung wilayah tersebut.
Kapolda menegaskan, sisa teroris MIT itu telah diimbau untuk menyerah. Keempatnya adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Rukli, dan Suhardin alias Hasan Pranata.
Menurut Rudy, dua dari empat orang itu berasal dari Nusa Tenggara Barat dan dua lainnya merupakan warga Poso.
Ali Kalora, pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tewas dalam kontak tembak di pegunungan Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, Sabtu lalu. Ali Kalora diburu sejak 2016.
Kontak tembak terjadi antara kelompok Ali Kalora dengan Satgas Madago Raya sepanjang Sabtu sore. Selain Ali, seorang rekannya bernama Jaka Ramadhan juga dilaporkan tewas.
Ali adalah teroris paling dicari sejak 5 tahun silam. Ia didapuk menjadi pimpinan MIT menggantikan Santoso yang tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala, 2016 silam.
BERITA TERKAIT
-
Jalan Panjang Ali Kalora: Bantai Satu Keluarga, 5 Tahun Diburu, Kini Ditembak Mati
-
Ali Kalora Tertembak, Satgas Madago Raya Kepung Pegunungan Andole Poso
-
Perburuan Ali Kalora cs Berlanjut, Operasi Tinombala jadi Madago Raya
-
Perburuan Ali Kalora cs, Satgas Tinombala Sudah Kepung Hutan Palolo
-
Polri: Pembantai Satu Keluarga di Sigi Komplotan Ali Kalora