Sabtu, 02 Oktober 2021 07:01

Realisasi APBN di Bosowa Turun, KPPN Harapkan Pemda Gerak Cepat

KPPN Watampone memberi penjelasan soal realisasi APBN 2021.
KPPN Watampone memberi penjelasan soal realisasi APBN 2021.

Percepatan realisasi APBN 2021 harus dilakukan. Mengingat melalui dana APBN diharapkan bermanfaat guna mendukung penanganan pandemi.

BONE, PEDOMANMEDIA - Realisasi belanja APBN 2021 di wilayah Bosowa (Bone, Soppeng, Wajo) menyentuh angka Rp1,53 triliun. Nilai ini turun dibanding periode yang sama tahun 2020.

Berdasarkan data Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM SPAN), realisasi belanja APBN di Bosowa di periode ini tercapai 64,97% dari total pagu sebesar Rp2,35 triliun. Sementara di tahun 2020 realisasi sebesar Rp1,71 triliun atau 76,18% dari pagu sebesar Rp2,24 triliun. Sehingga terjadi penurunan persentase sebesar 11,21%.

"Kepada Satker dan pemda mitra kerja KPPN Watampone kita harapkan untuk dapat melakukan percepatan realisasi APBN 2021," ujar Kepala KPPN Watampone Rintok Juhirman, dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/10/2021).

Baca Juga

Rintok menyebutkan, realisasi tersebut berasal dari Belanja Pemerintah Pusat tahun 2021 sebesar Rp940,53 miliar atau 71,86% dari pagu sebesar Rp1,31 triliun untuk kantor vertikal di daerah. Sementara untuk transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) terealisasi sebesar Rp586,49 miliar atau 56,31% dari total pagu sebesar Rp1,04 triliun.

Secara lebih rinci, realisasi sampai dengan bulan September 2021 belanja pemerintah pusat di Bosowa terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp721,31 miliar atau 74,13% dari pagu sebesar Rp973,04 miliar.

Adapun realisasi belanja barang sampai dengan bulan September 2021 sebesar Rp203,66 miliar atau 65,03% dari total pagu sebesar Rp313,16 miliar. Belanja modal terealisasi sebesar Rp12,26 miliar atau 78,73% dari total pagu sebesar Rp15,57 miliar.

Belanja sosial sampai dengan bulan September 2021 terealisasi sebesar Rp3,30 miliar atau 46,21% dari pagu sebesar Rp7,14 miliar.

Sementara itu untuk TKDD, DAK Fisik sampai dengan bulan September 2021 terealisasi sebesar Rp195,19 miliar atau 36,59% dari pagu sebesar Rp533,45 miliar. Adapun dana desa terealisasi sebesar Rp391,30 miliar atau 77,01% dari total pagu sebesar Rp508,13 miliar.

Rintok mengatakan, percepatan realisasi APBN 2021 harus dilakukan. Mengingat melalui dana APBN diharapkan bermanfaat guna mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Untuk itu, diharapkan senantiasa mematuhi protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 segera berakhir," imbuhnya.

Penulis : Abustan Abiy
Editor : Muh. Syakir
#APBN 2021 #Belanja APBN di Bosowa #Bosowa
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer