Kamis, 07 Oktober 2021 21:20

Pengakuan Ajudan NA Soal Kardus Diduga Berisi Segepok Uang: Saya tidak Tahu

Syamsul Bahri, eks ajudan NA memberi kesaksian dalam sidang siang tadi.
Syamsul Bahri, eks ajudan NA memberi kesaksian dalam sidang siang tadi.

Dari dakwaan JPU KPK, kardus tersebut diduga uang titipan dari Rober Wijoyo kepada NA senilai Rp1 M. Namun dakwaan tersebut ditampik Syamsul Bahri

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Mantan ajudan, Syamsul Bahri memberi kesaksian dalam sidang lanjutan dugaan suap Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah (NA), Kamis (7/10/2021). Syamsul menjawab soal kardus yang sebelumnya diduga berisi uang Rp1 miliar.

Selain Syamsul, turut bersaksi Muhammad Salman Natsir, serta eks Kabiro BPJ Pemprov Sulsel, Sari Pudjiastuti (SP). Mereka dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap proyek infrastruktur di lingkup Pemprov Sulsel.

Syamsul Bahri (SB) saat ditanya soal kardus yang dititipkan oleh Rober Wijoyo kepada Nurdin Abdullah, mengaku tak tahu sama sekali isi kardus itu. Kata dia, kardus itu diterima di Jl Perintis Kemerdekaan. Lalu dibawa ke Rujab Gubernur Sulsel.

Baca Juga

"Saya bawa kardus itu ke rujab. Saya lapor ke Pak NA dan beliau bilang simpan saja di atas meja makan. Isinya saya tidak tahu," katanya.

Dari dakwaan JPU KPK, kardus tersebut diduga uang titipan dari Rober Wijoyo kepada NA senilai Rp1 M. Namun dakwaan tersebut justru ditampik oleh Syamsul Bahri di hadapan Hakim Ketua, Ibrahim Palino.

"Saya tidak buka isinya. Saya hanya berandai-andai kalau isinya uang. Tapi sebenarnya saya tidak tahu," tambah Syamsul Bahri.

Hakim Ketua, Ibrahim Palino pun merespons kesaksian Syamsul Bahri.

"Jadi dalam BAP, Anda tau dari mana kalau kardus itu adalah uang?," tanya Ibrahim Palino kepada Syamsul Bahri.

"Itu cuma pemikiran saya saja karena beliau (Rober) adalah pengusaha. Jadi saya pikir itu adalah uang. Saya cuma berandai-andai," jawabnya kepada hakim ketua.

Dalam persidangan sebelumnya, saksi Rober Wijoyo juga membantah dakwaan JPU KPK. Kardus bukan berisikan uang Rp1 M, melainkan sampel beras tarone khas Kabupaten Luwu Utara sebanyak 10 kilogram untuk NA.

"Isinya bukan uang, tapi beras. Intinya saya mau Pak NA coba beras Tarone. Harganya waktu itu Rp15 ribu per kilo. Selain pak NA, tidak ada lagi pejabat di Pemprov Sulsel yang saya kasih," tegas Rober Wijoyo beberapa waktu lalu.

Waktu itu, Nurdin Abdullah juga membenarkan terkait adanya pemberian beras khas Kabupaten Luwu tersebut, dari Rober kepadanya.

"Ijin meluruskan yang mulia agar pemahaman kita sama. Jadi beras itu diserahkan ke saya dan rasanya lebih enak daripada beras Jepang sehingga saya sarankan untuk dijadikan verietas unggulan," pungkasnya.

Editor : Muh. Syakir
#Kasus Suap Nurdin Abdullah #KPK #Nurdin Abdullah #Kesaksian Syamsul Bahri
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer