TATOR, PEDOMANMEDIA - Satpol Pamong Praja Tana Toraja membantah ada insiden pengusiran saat penertiban di kawasan wisata Buntu Burake. Satpol mengklaim penertiban berjalan persuasif.
"Tidak ada pengusiran. Yang di sana itu juga bukan preman. Mereka warga setempat. Kami persuasif," ujar Agustinus AP, Kabag Perundang-undangan Satpol PP Tator, Rabu (10/11/2021).
Agustinus mengaku keberatan jika mereka diklaim preman. Karena pada dasarnya mereka adalah kelompok warga yang mencari penghidupan di sana.
Sebelumnya diberitakan, Satpol Pamong Praja Pemkab Tana Toraja diusir saat hendak menertibkan praktik pungli di kawasan wisata Buntu Burake di patung Yesus Kristus. Kabarnya pungli meresahkan pengunjung
Praktik pungli terjadi di pintu masuk kawasan Buntu Burake. Mereka bermodus ojek. Biasanya mereka berdiri menunggu pengunjung, dan melarang para pengunjung membawa kendaraan masuk ke objek wisata.
Pengunjung harus naik ojek yang sudah mereka siapkan. Mereka menetapkan tarif di luar ketentuan.
Menurut Agustinus, sebelumnya ada laporan bahwa pengunjung dipungut tarif ojek masuk Rp10.000. Namun karena dianggap terlalu mahal maka diturunkan menjadi Rp5.000.
"Nah ini yang kita awasi. Jadi yang kami tindaki itu kalau ada yang memungut tarif Rp10.000. Karena sudah ditetapkan Rp5.000," jelasnya.
Hanya saja kata Agustinus memang perlu ada kesepakatan bersama antara pemerintah dan warga setempat. Hal ini yang akan disepakati ke depan. Agar aktivitas warga lebih tertib.
Menurut Agustinus, warga tidak bisa juga dihalangi untuk beraktivitas di kawasan wisata itu. Sepanjang mereka tetap ikut pada aturan dan berjalan tertib.
"Mereka mencari penghidupan di sana. Nda bisa kita halangi. Yang penting tertib. Karena sejauh ini memang belum ada aturan soal aktivitas mereka," jelasnya.
Dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melakukan pemantauan ke lokasi. Agustinus mengatakan, pemantauan adalah bagian dari pengawasan. Dengan tetap mengedepankan langkah persuasif.
BERITA TERKAIT
-
17 Organisasi Perempuan di Tator Tolak THM, Ungkap Temuan 4 Kasus HIV/AIDS
-
Penertiban Setengah Hati, DPRD Tator Curiga Satpol PP Main Mata dengan Pengusaha THM
-
Pastikan Tak Ada THM Buka Selama Ramadan, Satpol PP Tator Lakukan Penyisiran
-
Gegara Musik, Oknum Satpol PP Tator Diduga Aniaya Warga
-
Kabag Satpol PP Tator Ancam Wartawan PEDOMANMEDIA: Saya ini Mantan Preman