Jumat, 19 November 2021 21:33

Berkas Perkara Lengkap, Kasus Korupsi RS Batua Segera Disidangkan

Bangunan RSUD Batua Makassar yang mangkrak sejak 2019.
Bangunan RSUD Batua Makassar yang mangkrak sejak 2019.

Masih tersisa satu berkas yang dinyatakan belum lengkap. Berkasnya telah dikembalikan jaksa ke penyidik Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sulsel.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kasus dugaan korupsi pembangunan RS Batua Kota Makassar, memasuki babak baru. Berkas perkara 12 tersangka telah dinyatakan lengkap dan siap diajukan ke persidangan.

Hanya saja, masih tersisa satu berkas yang dinyatakan belum lengkap. Berkasnya telah dikembalikan jaksa ke penyidik Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sulsel.

"Benar, sudah P21 (lengkap) terhadap 12 berkas perkara, satu kami kembalikan ke Penyidik Polda Sulsel," kata Kasi Penerangan dan Hukum Kejati Sulsel, Idil, saat dikonfirmasi via WhatsApp, Jumat (19/11/2021) sore.

Baca Juga

Dia menerangkan, satu berkas yang dikembalikan ke penyidik Tipidkor Polda Sulsel lantaran masih dalam proses perampungan.

"Jadi ada kekurangan, baik secara materil maupun formilnya masih perlu untuk dilengkap, berkas perkara yang belum lengkap ini merupakan punya tersangka AIHS," ungkap Idil

Adapun 12 berkas perkara yang dinyatakan sudah lengkap itu, NA, SR, MA, FM, HS, MW, AS, MK, AEHS, DR, APR, dan RP.

Seperti diketahui, proyek pembangunan gedung RS Batua itu senilai Rp25,5 miliar. Bangunannya berlokasi di Jl Abd Dg Sirua, Kota Makassar ini. Proyek tersebut dikerjakan oleh pihak rekanan dari PT Sultana Nugraha.

Dalam kasus ini kerugian negara yang ditimbulkan berdasarkan hasil perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebesar Rp22 miliar.

Rencananya proyek pembangunan Puskesmas Batua tersebut, akan dijadikan Rumah Sakit tipe C berlantai 5. Namun faktanya, hingga kini proyek konstruksi Rumah Sakit tersebut, tak juga kunjung rampung dikerjakan.

Dari kasus ini, Dirkrimsus Polda Sulsel pun akhirnya menetapkan 13 orang tersangka pada Senin (2/7/2021) lalu. Ketiga belas orang itu masing-masing berinisial NA, SR, MA, FM, HS, MW, AS, MK, AIHS, AEHS, DR, APR, RP. Ada dari dinas, ada dari Pokja, ada dari pelaksana," ungkap Kompol Fadli.

Para tersangka diantaranya:

1. Naisyah Tun Azikin (NA), Mantan Kadiskes Makassar Selaku KPA

2. Sri Rahmayani Malik (SR), PNS Pemkot Makassar Selaku PPK

3. Muh Alwi (MA), PNS Pemkot Makassar Selaku PPTK

4. Firman Marwan (FM), PNS Pemkot Makassar Selaku PPHP

5. Hamsaruddin (HS), Pokja ULP Makassar

6. Mediswaty (MW), Pokja ULP Makassar

7. Andi Sahar (AS), Pokja ULP Makassar

8.Andi Erwin Hatta Sulolipu (AEHS), Direktur PT Tri Mitra Sukses Sejahtera

9. Muhammad Kadafi Marikar (MK), Direktur PT Sultana Nugraha

10. Andi Ilham Hatta Sulolipu (AIHS), Kuasa Direktur PT Sultana Nugraha

11. Anjas Prasetya Runtulalo (APR) konsultan pengawas CV Sukma Lestari

12. Dantje Runtulalo (DR), konsultan pengawas CV Sukma Lestari

13. Ruspiyanto (RP) Inspektur Pengawasan CV Sukma Lestari

 

Penulis : Supriadi
Editor : Muh. Syakir
#Kasus RS Batua #Polda Sulsel #Kejati Sulsel
Berikan Komentar Anda