BANTAENG, PEDOMANMEDIA - Musim tanam yang ketiga, sejumlah Petani di Kabupaten Bantaeng terancam mengalami kerugian besar. Itu disebabkan petani kekurangan pupuk urea bersubsidi.
Saat ini para petani sudah mulai kebingungan dan khawatir, sebab tanaman mereka sudah berumur dua Minggu dan sudah siap untuk dipupuk, namun mereka kekurangan pupuk. Meskipun ada tetapi harganya cukup fantastik, yakni tembus 150-170 per sak.
Forum Pemerhati Petani Butta Toa (FP2BT) Bantaeng Jamal Gondrong mengatakan, pihaknya telah berulang kali meneriakkan masalah kelangkaan itu, namun hingga saat ini belum ada tanda tanda perhatian khusus oleh pemerintah daerah.
"Bahkan kami sudah dua kali menyampaikan masalah ini langsung kepada Bupati Bantaeng Ilham Azikin, namun hingga saat ini belum ada solusi," katanya, Selasa (10/11/2020).
Pria pemerhati petani ini meminta kepada pemerintah agar segera menyelesaikan masalah masyarakat petani ini, sebab mereka adalah bagian dari ujung tombak peningkatan ekonomi masyarakat Bantaeng.
"Saya meminta agar pemerintah mengaktifkan kembali pabrik kompos di setiap kecamatan yang pernah mendapatkan pabrik pembuatan pupuk kompos. Semua kabupaten boleh langkah tapi janganlah di Bantaeng," tambahnya.
Ia berharap agar pemerintah agar segera memberi solusi dari permasalahan petani, agar tidak mengalami gagal panen.
"Kami juga berharap agar pengawasan di segala lini aktif, agar tidak ada oknum bermain dan menjual pupuk dengan harga yang fantastis. Ingat petani adalah ujung tombaknya kabupaten Bantaeng jadi mereka perlu untuk diperhatikan," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
-
Ada Dugaan Suap, Jaksa Disebut Tebang Pilih Tetapkan Tersangka Kasus DAK Pertanian Bantaeng
-
FASI XII Tingkat Provinsi akan Digelar di Bantaeng, Dibuka Prof Zudan 25 Juli
-
Kelurahan Bonto Lebang Jadi Penggunaan Pertama EBT di Sulselrabar Melalui REC PLN
-
Sekda Bantaeng Buka Pelatihan-Sertifikasi PBJB: Pengadaan Barang dan Jasa Rawan
-
Pj Bupati Abubakar Lepas Tim Sepak Bola U-10 Bantaeng Berlaga di Yogyakarta