Jumat, 22 April 2022 10:53

Proyek Pala' Tokke Amburadul, DPRD Torut Bentuk Pansus

Julyanto Mapeley
Julyanto Mapeley

Proyek ini dikerjakan oleh CV Arkana Energi Timur. Anggarannya bersumber dari DAK

TORUT, PEDOMANMEDIA - Anggota DPRD Toraja Utara Julyanto Mapeley menyebut proyek pariwisata Pala, Tokke yang berlokasi di Dusun Mengkepe', Kecamatan Sanggalangi amburadul. DPRD akan membentuk pansus guna menyikapi pemborosan di proyek ini.

"Saya mau sampaikan bahwa proyek Pala' Tokke itu amburadul. Kami menemukan banyak indikasi pemborosan. Proyek ini kesannya asal jadi. Beda dengan proyek lainnya," kata Julyanto.

Ketua DPRD Toraja Utara Nober Rante Siama juga menuturkan hal yang sama. Ia menyatakan akan membentuk pansus terkait proyek tersebut.

Baca Juga

"Dalam waktu dekat kita akan bentuk tim independen untuk turun langsung melihat proyek tersebut dan kita akan pansuskan. Karena ada dugaan pemborosan," ketus Nober.

Diberitakan sebelumnya Ketua Yayasan Objek Wisata Pala' Tokke Yulius Dakka menyoroti pembangunan objek wisata Pala' Tokke, Toraja Utara yang dinilai asal-asalan. Proyek ini menghabiskan dana alokasi khusus (DAK) Rp3,6 miliar.

"Kami kecewa. Kerjanya asal-asalan. Beberapa bagian tidak sesuai perencanaan," ketus Yulius Dakka beberapa waktu lalu.

Proyek Pala Tokke berlokasi di Dusun Mengke'pe' Kelurahan Pa'paelean, Kecamatan Sanggalangi'. Kawasan wisata ini termasuk salah satu spot andalan Torut.

Yulius mengatakan, sebagai pengelola objek wisata, ia tidak bisa mengawasi kontraktor secara optimal. Kontraktor bekerja tidak berdasarkan standar. Di lokasi juga tidak terpasang papan proyek selama ini.

"Sebagian yang saya lihat belum selesai. Kita juga bingung mau awasi karena proyek ini saat dikerjakan tidak ada papan proyeknya," terang Yulius.

Menurutnya, di proyek ini ada beberapa item yang dikerjakan di tahun 2021. Di antaranya gazebo 5 unit, menara toilet dua unit dengan anggaran mencapai Rp250 juta per unitnya.

"Jadi menara toilet itu menelan Rp500 juta totalnya. Ada juga jalur pesepeda yang anggarannya sekitar Rp1 miliar," ungkap Yulius.

Yulius mengungkapkan, karena kualitas pengerjaan yang tidak sesuai standar, sebagian sudah hancur. Pengerjaannya asal jadi.

"Dan juga sampai sekarang sebagian belum dimanfaatkan. Ya karena itu tadi bagian-bagian banyak yang tidak sesuai spek," ucapnya.

Proyek ini dikerjakan oleh CV Arkana Energi Timur. Anggarannya bersumber dari DAK yang ditangani Pemprov Sulsel.

"Jadi di sini bangunan toiletnya belum berfungsi. Dan juga proyek parkirannya sudah mulai hancur terkelupas," ketusnya.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#DPRD Toraja Utara
Berikan Komentar Anda