TORUT, PEDOMANMEDIA - Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan semakin terang-terangan mengungkapkan kelakuan wakilnya Yosia Rinto Kadang yang selama ini hanya sibuk mengurus proyek sampai di Jakarta.
Kalatiku juga mengakui jika selama ini memang seolah memikul beban pemerintahan di Toraja Utara, karena Rinto kurang peduli.
“Terkesan saya mengeluh tidak dibantu oleh dia (Yosia Rinto Kadang), nah memang nda pernah kok. Yang dia urus cuma ngurus proyek, padahal itu mayoritas tidak jadi-jadi,” beber Kalatiku, belum lama ini.
Kalatiku juga menepis pernyataan Rinto sebelumnya terkait masukan tokoh-tokoh masyarakat yang tidak didengarkan.
“Justru saya berjalan berdasarkan tokoh-tokoh masyarakat, sesuai dengan ketentuan dan tujuan daerah. Tapi ini dia panas-panasin terus disana,” keluhnya.
“Kalau tokoh-tokoh masyarakat, gereja, masjid, apa segala, imam-imam disini, saya ikuti terus. Jadi tidak benar itu. Kalau dibilang dipikul sendiri, loh jadi kalau dia pergi urus proyek ke Jakarta itu siapa yang kasih tugas? Tapi nanti saya cerita itu,” sambung Kalatiku.
Menurut Kalatiku, segala kewenangan telah dia berikan kepada Yosia Rinto Kadang. Ia bahkan menjamin kewenangan itu hanya ada di Toraja Utara, dimana selaku kepala daerah memberikan keleluasaan kepada wakilnya.
“Adakah bupati di Sulsel seperti saya ini memberikan banyak kewenangan kepada wakilnya? Kan ternyata tidak ada. Saya pernah tanyakan itu ke dia, dan dia mengakui. Jadi mana yang saya tidak kasih. Dia pergi negoisasi berbagai program di Jakarta. Urusan infrastruktur kan dia yang mengawasi dan segalanya. Jadi disini saya bela Wabup sekaligus nembak gitu loh,” jelas Kalatiku menyindir keras Rinto.
Kalatiku juga merasa ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menjatuhkan dirinya bahkan menzolimi menjelang Pilkada Toraja Utara 2020.
“Karena itu dalam Pilkada kalau orang dizolimi, biasanya malah mendapat simpati dari orang banyak,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Toraja Utara Yosia Rinto Kadang mengklarifikasi terkait dirinya yang disebut menangani proyek. Menurutnya, memang tugasnya sebagai wakil bupati di bidang pengawasan.
“Kalau pengawasan itu memang tugas saya sebagai wakil bupati, seluruh infrastruktur baik di tingkat OPD bahkan sampai di Kecamatan,” jelasnya.
Rinto juga sebelumnya menyebut Kalatiku yang tidak mau berbagi beban yang dipikul selama ini. Ia bahkan mengeluhkan sikap Kalatiku yang tidak mau mendengarkan arahan dari tokoh-tokoh masyarakat. (red/sel)
BERITA TERKAIT
-
Ramai Isu Didonaturi Bandar Narkoba di Pilkada Torut, Ini Klarifikasi Bupati Frederik
-
Toraja Utara tak Kebagian Proyek Jalan dari Pemprov Sulsel, ke Mana Yosia Rinto Kadang?
-
Cuplis Duga Ombas Gugat ke MK untuk Tunda Pelantikan: Dia Mau Mainkan Tender
-
Akhirnya, Gakkumdu Torut Periksa Yohanis Bassang Soal Kasus Mutasi 147 Pejabat
-
Besok Nasib Ombas-Marthen di KPU-Bawaslu, Ditetapkan atau Diskualifikasi!