Minggu, 04 Oktober 2020 21:14

Sambut HKJS, RSUD Lakipadada Gelar Lomba Domino dan Menyanyi untuk ODGJ

Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia RSUD Lakipadada.
Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia RSUD Lakipadada.

Kegiatan tersebut untuk menghormati ODGJ.

TATOR, PEDOMANMEDIA - RSUD Lakipadada menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) 2020 dipusatkan di Bangsal Perawatan Jiwa (Flamboyan) dan Rumah Singgah Sangalla. Kegiatan, itu RSUD Lakipadada mengadakan lomba untuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). 

Direktur RSUD Lakipadada, Dr Syafari Mangopo menjelaskan bahwa tujuannya kegiatan tersebut untuk menghormati hak-hak orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), memperluas program pencegahan masalah kesehatan jiwa di antara penduduk yang rentan, memperluas pelayanan yang memadai dan mendekatkan akses bagi mereka yang membutuhkan, serta meningkatkan upaya kesehatan jiwa secara optimal.

Kegiatan dilakukan dengan pemotongan tumpeng secara serentak se-Nasional pada 3 Oktober 2020 sesuai dengan petunjuk Pedoman Pelaksanaan HKJS 2020 yang diterbitkan oleh Kementrian Kesehatan.

Baca Juga

Perayaan juga dilakukan beberapa perlombaan seperti bulutangkis, menyanyi, dan bermain domino yang pesertanya adalah ODGJ yang menjadi binaan Rumah Singgah Sangalla.

“Kami berharap dengan kegiatan ini, setiap pasien yang mengalami gangguan jiwa tidak merasa terkucilkan, melainkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri sehingga mereka dapat merasa lebih berguna dan bermanfaat di tengah masyarakat," katanya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Jiwa (Psikiater) RSUD Lakipadada, dr Kristanty Randa Arung mengatakan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan semangat dan motivasi bagi petugas kesehatan terutama yang melayani pasien jiwa di unit perawatan Flamboyan, unit Rawat Jalan Psikiatri (Jiwa) dan Rumah Singgah Sangalla.

"Semua kegiatan yang kami laksanakan juga tetap mengedepankan protokol kesehatan," katanya.

Kata dia, menangani pasien jiwa bukanlah hal yang mudah karena petugas kesehatan terutama di Poli Jiwa dan Bangsal Flamboyan RSUD Lakipadada seringkali mendapatkan perilaku yang tidak menyenangkan, seperti dimarahi, diludahi, dipukul, dikejar, bahkan diusir dari kamar dan lain sebagainya.

"Tetapi berkat kesabaran, ketekunan dan semangat kerja untuk menyembuhkan pasien, mereka tidak kenal lelah dan mengeluh. Semuanya telah terlatih dan berpengalaman dalam menangani pasien jiwa. Kami bersyukur hingga saat ini banyak pasien jiwa yang telah kami rawat sudah membaik dan ada yang telah mengikuti kegiatan Rehabilitasi Psikososial yang dilaksanakan di Rumah Singgah Sangalla," katanya.

Rangkaian kegiatan di Rumah Singgah Sangalla juga dihadiri oleh perwakilan dari Pemkab Tana Toraja melalui Bidang Kesra, Dinas Sosial, tim Rohaniawan dan Puskesmas Tumbangdatu.

RSUD Lakipadada telah membuka perawatan inap jiwa sejak tahun 2018 dengan kapasitas 4 kamar akut dan 3 kamar subakut. Selain itu juga terdapat pelayanan rawat jalan yang dilengkapi dengan obat-obatan yang sesuai standar nasional maupun internasional.

Pelayanan jiwa di RSUD Lakipadada telah dicover oleh BPJS, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi berobat ke Makassar untuk mendapatkan perawatan jiwa.

“Masalah kesehatan jiwa haruslah melibatkan lintas sektor dan lintas program, oleh karena itu RSUD Lakipadada juga bekerja sama dengan Pemkab Tana Toraja, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPJS, Satpol PP bahkan pihak kepolisian, terutama dalam penanggulangan kasus pasung," bebernya.

"Hingga saat ini, RSUD Lakipadada telah merawat dan membebaskan ODGJ yang mengalami pemasungan sebanyak 19 orang dari Kabupaten Tana Toraja dan 8 orang dari Kabupaten Toraja Utara, totalnya 27 orang. Saya yakin dengan bersatu dan bersehati, kita dapat menuntaskan masalah gangguan jiwa dan pemasungan yang ada di wilayah kita," pungkasnya.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Jusrianto
#RSUD Lakipadada #Hari Kesehatan Jiwa Sedunia
Berikan Komentar Anda