Jawab Isu "Uang Pelicin", Direktur PDAM Torut: Rata-rata Titipan Bupati dan Wabup
Tak terinci berapa banyak pegawai titipan bupati, wabup maupun dewan di PDAM Torut. Juga tak disebutkan berapa banyak keluarga Direktur PDAM yang dimasukkan.
TORUT, PEDOMANMEDIA - Direktur PDAM Toraja Utara Markus Lempang membantah indikasi "uang pelicin" dalam pengangkatan pegawai di lingkup PDAM. Ia menyebut, pegawai PDAM dominan adalah titipan para pejabat.
"Memang rata-rata titipan. Keluarganya bupati, wakil bupati, dewan. Den duka aku batang keluargaku (ada juga keluarga saya) yang sesuai dengan kebutuhan. Saya tidak bisa menghindar dari situ," ujar Markus saat dikonfirmasi PEDOMANMEDIA, Rabu malam (10/2/2021).
Di group Whatsapp Toraja, Markus juga membantah soal uang pelicin ini. Tapi ia mengakui pegawai yang terangkat rata-rata titipan.
Markus tak merinci berapa banyak pegawai titipan bupati, wabup maupun dewan. Ia juga tak menyebutkan berapa banyak keluarganya yang ia masukkan.
Kasus "uang pelicin" mencuat setelah sejumlah pegawai di internal PDAM Toraja Utara membongkar praktik ini. Kata mereka praktik itu sudah berlangsung lama.
Pegawai yang terangkat diduga dipungut bayaran bervariasi. Dari Rp20 juta hingga Rp25 juta.
"Itukan sudah jadi rahasia umum di sini. Saya juga dengar dari teman-teman yang terangkat jadi pegawai ada yang bayar Rp20 juta sampai Rp25 juta," ujar salah seorang pegawai PDAM Torut kepada PEDOMANMEDIA, Rabu (10/2/2021).
Hanya saja katanya, proses itu sangat terselubung. Melibatkan banyak pihak di internal PDAM.
Ia menyebutkan, pegawai yang terangkat lewat uang pelicin biasanya melalui orang orang tertentu di dalam lingkup perusahaan. Tapi ada juga yang diduga langsung melalui Direktur PDAM Torut Markus Lempang. Tapi indikasi ini dibantah Markus.
"Jadi pegawai yang masuk di sana biasanya dijanji ada pengangkatan. Tapi mereka harus membayar. Pembayarannya itumi tadi. Bervariasi. Begitu info yang saya dapat dari teman kerja saya di kantor," bebernya.
Beberapa pegawai yang ditemui juga mengakui adanya desas desus itu dari dulu. Mereka menyebut sejak lama sering ada tawaran untuk menjadi pegawai PDAM lewat uang pelicin.
"Saya juga sering dengar itu. Katanya memang ada sebagian pegawai yang terangkat lewat jalur itu (uang pelicin). Itu dari dulumi ada desas desusnya," ucapnya.
Ketika ditanya kepada siapa mereka menyerahkan uang, pegawai tadi mengaku tak tahu persis.
"Tapi katanya orang dalam ji (PDAM). Soal siapa orangnya saya juga nda tahu," katanya.
