Senin, 04 Oktober 2021 16:56

Berkas Perkara Sabu 75 Kg Belum Diperiksa Jaksa Peneliti

Kasus penyelundupan sabu seberat 75 Kg belum diperiksa Jaksa Peneliti Kejaksaan Tinggi Sulsel (int)
Kasus penyelundupan sabu seberat 75 Kg belum diperiksa Jaksa Peneliti Kejaksaan Tinggi Sulsel (int)

Sejak penangkapan pada 25 Agustus berkas penyelundup 75 Kg sabu asal Surabaya belum juga diperiksa Jaksa Peneliti.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Berkas perkara pemasok 75 kilo gram sabu yang 25 September lalu diamankan pihak Kepolisian Ditresnarkoba Polda Sulsel hingga kini diakui belum juga dilimpahkan untuk diperiksa Jaksa peneliti.

Berdasarkan penelusuran terkait perkara tersebut, saat ini menurut Kasi TP Narkotika dan Zal Kejati Sulsel, Herawati saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini penyidik memang baru mengirimkan SPDP.

"Belum tahap I, saat ini baru SPDP yang kami terima," ujarnya saat dikonfirmasi seluler.

Baca Juga

Hera menuturkan, dalam penanganan sebuah perkara penting bagi penyidik untuk melimpahkan berkas perkara tahap pertama untuk diperiksa jaksa peneliti.

"Penting, agar syarat formil dan materilnya bisa diperiksa detil. Jangan sampai ada hal yang nantinya membuat pelaku justru tidak mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya," ujar mantan Kasipidsus Kejari Gowa tersebut.

Namun begitu hingga berita ini diterbitkan, Direktur Direktorat Narkoba Polda Sulsel yang coba dikonfirmasi belum memberi jawaban.

Sebelumnya diketahui 75 Kg sabu asal Surabaya berhasil digagalkan peredarannya oleh Timsus Ditresnarkoba Polda Sulsel.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam didampingi Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E.Zulpan dan Dirresnarkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Laode saat merilis kasus tersebut di Mapolda Sulsel, Selasa (31/8/21) mengatakan jika sabu dalam jumlah besar tersebut berhasil diamankan di salah satu hotel di jalan Jenderal Sudirman Makassar pada Rabu 25 Agustus dan di Mappanyukki pada 28 Agustus.

Pada penangkapan pertama, Timsus Narkoba Polda Sulsel berhasil menyita barang bukti 40 Kg sabu dikemas dalam 30 bungkus dan 4.000 pil ekstasi. Barang haram itu disita dari tersangka SYF (37) dan ABJ (24).

Kemudian penangkapan yang kedua, polisi berhasil menyita 35 Kg sabu dikemas dalam 10 bungkus dan 28.747 pil ektasi yang dikemas dalam enam bungkus. Barang berbahaya itu disita dari salah tersangaka bernisial FTR (28)

"SYF ini berperan sebagai pembawa barang tersebut dari Surabaya ke Makassar. Ini jaringan Internasional Filipina dan Malaysia, " kata Merdisyam.

Merdisyam menjelaskan, pengungkapan ini bukan langsung dilakukan. Barang haram itu berhasil diungkap selama dua bulan dilakukan pendalaman dan penyelidikan.

"Jadi anggota menelusurinya akan ada transaksi di salah hotel di Makassar. Timsus narkoba yang dipimpin Dirnarkoba, Kombes Laode berhasil mengungkap kasus tersebut, " jelas Merdisyam.

Perwira Tinggi Polri dua bintang ini menuturkan, pelaku FTR ini sudah 13 kali membawa narkoba dari Surabaya ke Makassar sejak Maret dengan upah setiap kali pengantaran Rp 100 juta - Rp150 juta.

 

Editor : Muh. Chaidir
#Kejati Sulsel #Ditresnarkoba Polda Sulsel #Kasus penyelundupan sabu 75 kg
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer