Selasa, 25 Oktober 2022 12:32

Mubazir! Sudah 3 Tahun Proyek Pamsimas di Enrekang Terbengkalai

Proyek Pamsimas di Enrekang.
Proyek Pamsimas di Enrekang.

Proyek ini dikerjakan pada 9 Juli 2019 oleh KKN Bunga Durian. Proyek menghabiskan anggaran sebesar Rp350 juta.

ENREKANG PEDOMANMEDIA - Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kabupaten Enrekang menuai sorotan. Proyek ini tak pernah difungsikan sejak dibangun tahun 2019.

Pamsimas berlokasi di Desa Tapong, Kecamatan Maiwa. Beberapa bagian dari proyek ini mangkrak. Kerusakan juga sudah terjadi di sebagian besar sarananya.

Salah seorang warga Desa Tapong, MR mengatakan sejak dibangun hingga saat ini, Pamsimas tak pernah berfungsi. Akibatnya, terjadi banyak kerusakan pada bagian pipa.

Baca Juga

"Kita tidak pernah nikmati air melalui Pamsimas. Boleh kita lihat sendiri pipanya sudah pada rusak, ada yang sudah copot, pipanya hilang dan di tempat sumber air pipanya sudah tidak ada lagi. Mubazir ji," ujar MR.

Warga lain membenarkan hal tersebut. Saat ini warga terpaksa berinisiatif menggunakan sisa pipa yang masih ada sebagai pelindung selang air milik mereka.

"Jadi kita masukkan selang ke dalam pipa yang sudah pecah-pecah untuk aliran air ke kandang ayam. Karena ini pipa tidak pernah juga berfungsi, bagaimana mau berfungsi kalau air diambil dari bawah dialirkan ke atas gunung," katanya.

Proyek ini dikerjakan pada 9 Juli 2019 oleh KKN Bunga Durian. Proyek menghabiskan anggaran sebesar Rp350 juta.

Budi, Fasilitator Pamsimas kepada beberapa awak Media Senin (24/10/2022) mengatakan, awalnya proyek Pamsimas tersebut sudah dilakukan uji fungsi dan menurutnya air pernah sampai ke atas.

"Tapi masyarakat tidak ada gerakan untuk memanfaatkan sarana tersebut. Pernah diuji fungsi dan airnya naik, sekarang sebenarnya kita mau aktifkan air itu kembali dan diuji fungsi selama masyarakat mau menggunakan," ujar Budi.

Budi membenarkan dari laporan masyarakat memang sudah ada beberapa titik yang pipanya pecah-pecah. Dia mengatakan sepanjang pemerintah setempat dan masyarakat ingin memanfaatkan Pamsimas tersebut maka sebagai fasilitator, ia siap memfasilitasi.

"Kalau kami dari program sebenarnya sudah maksimal melakukan pendampingan, perencanaan di mana mau diambil titik airnya. Bahkan dulu pernah melakukan pertemuan dengan camat terkait bagaimana memanfaatkan sarana yang telah dibangun. Tapi itu juga tidak efektif," pungkasnya.

Kepala Desa Tapong Saharuna saat dikonfirmasi juga membenarkan jika Pamsimas di desanya tidak berfungsi. Ia mengatakan, pipa proyek sudah banyak yang rusak dan retak-retak.

"Memang sudah banyak yang retak-retak. Awalnya dulu berfungsi tapi tidak ada dibelikan pulsa jadi tidak berfungsi mi. Tidak ada juga yang mau jaga jadi pipanya rusak. Pompanya juga sudah rusak karena banjir kemarin," ucapnya

Kades mengatakan, sebenarnya kerusakan itu bisa diperbaiki. Tapi tidak ada yang mengerjakan. Akhirnya dibiarkan rusak begitu saja.

"Sebenarnya bisaji diperbaiki itu, tapi tidak ada mi yang mau kerjai. Jadi akhirnya tinggal begitu saja," imbuhnya.

Penulis : Rahmat Lamada
Editor : Muh. Syakir
#Proyek Pamsimas #Enrekang
Berikan Komentar Anda