Jumat, 25 Desember 2020 11:37

Ada Mutasi Baru Corona, Sulsel Tunda Belajar Tatap Muka Januari

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Sebelum pembelajaran tatap muka dibuka, harus memenuhi semua pertimbangan keamanan. Aman bagi siswa, pengajar dan lingkungan. Harus juga dipastikan penerapan protokol kesehatan di sekolah benar benar berjalan sebagaimana mestinya.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah kemungkinan membatalkan rencana pembelajaran tatap muka Januari nanti, menyusul naiknya kembali angka kasus Corona di Tanah Air. Dalam empat pekan Sulsel juga mencatat kenaikan angka kasus di atas rata-rata.

"Masih sangat berisiko untuk memutuskan itu sekarang. Untuk belajar tatap muka kita akan mulai jika benar benar sudah aman. Pertimbangan risiko penularan harus dilihat," jelas NA.

Selain itu mutasi baru Corona yang sedang menyerang Eropa juga menjadi kekhawatiran. Di Eropa, Corona dengan varian baru menggejala dalam dua pekan dan telah menyebar di beberapa negara.

Baca Juga

Berdasarkan data nasional Satgas, hingga pekan pertama Desember tak ada lagi daerah di Sulsel yang masuk dalam zona merah. Namun demikian secara nasional angka Corona terus meningkat. Corona pekan ini naik hampir 15 persen.

Menurut, sebelum pembelajaran tatap muka dibuka, harus memenuhi semua pertimbangan keamanan. Aman bagi siswa, pengajar dan lingkungan. Harus juga dipastikan kata NA, penerapan protokol kesehatan di sekolah benar benar berjalan sebagaimana mestinya.

NA menyebutkan, hingga Kamis, (24/12/2020) tercatat jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sulawesi Selatan mencapai 27.905 orang.

Peningkatan jumlah kasus ini sendiri seiringan dengan peningkatan jumlah pemeriksaan spesimen untuk diagnosis Corona yang hampir dua kali lipat dari sebelumnya.

Seperti pemeriksaan 4.061 spesimen hari ini, ditemukan sebanyak 569 orang, dengan Rt atau R effective 1,33. Kejadian dominan di Kota Makassar 293 kasus, Sinjai 49 kasus dan Gowa 41 kasus.

Diketahui, sebelumnya pemeriksaan spesimen dikisaran 2.000 an sampel per hari. Kemudian kali ini pemeriksaan spesimen meningkat hingga 4.061.

NA mengatakan bahwa, peningkatan kasus yang terjadi, khusunya di Sulsel karena berbagai pelaksanaan kegiatan, dengan interaksi tinggi. Seperti libur panjang dan pelaksanaan pilkada.

NA menuturkan, pemeriksaan yang semakin masif dilakukan, karena dikhawatirkan virus mudah menyebar. Semakin ditemukan kasus positif tentu akan semakin menurunkan angka penularan.

"Mudah-mudahan ini adalah sebuah kegiatan yang kan menyatukan langkah kita terutama, memutus mata rantai penularan Covid-19 di Sulsel," sebutnya.

Ia menjelaskan bahwa, hal yang harus dipahami bersama adalah upaya dalam memutus mata rantai Covid-19. Pengalaman yang ada, Sulsel berada di urutan ke lima jumlah kasus Covid-19. Bahkan tertinggi di luar Pulau Jawa.

Editor : Muh. Syakir
#Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah #Mutasi Baru Corona #Belajar Tata Muka
Berikan Komentar Anda