Berpolitik di Grup K3S, Disdik Sulsel Diminta Sanksi Kepala SMA Katolik Rantepao
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menegaskan bahwa guru swasta tetap netral dan tidak berpolitik.
TORUT, PEDOMANMEDIA - Kepala SMA Katolik Rantepao, Salvinus Patiung menjadi sorotan karena melarang Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Toraja Utara menghadiri Workshop Pendidikan di Hotel Misiliana, Rabu (11/9/2024).
Workshop dengan tema "Praktik Baik Implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Toraja Utara" tersebut merupakan agenda Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbudristek bersama Komisi X DPR-RI.
Surat undangan Workshop dari Balai Besar Guru Penggerak Sulsel diteruskan Salvinus Patiung ke Grup K3S Torut disertai penyampaian agar kegiatan tersebut tidak perlu dihadiri.
"Kpd semua bpk ibu kepala sklh tdk perlu dihadiri undangan ini. Terima ksh," chat penyampaian Salvinus di Grup K3S Torut.

Diketahui, Salvinus adalah kerabat dekat (sepupu) dengan Yohanis Bassang (Ombas) sebagai petahana di Pilkada Toraja Utara 2024. Salvinus juga merupakan mantan staf khusus bupati bidang pendidikan.
Beberapa Kepsek di Grup K3S menyayangkan sikap Salvinus yang dianggap otoriter dan merasa jumawa karena bupati adalah keluarga dekatya.
Salvinus juga disoroti karena menyusup masuk ke grup K3S yang merupakan kelompok kerja kepala sekolah dasar (SD). Di dalam grup itu, Salvinus kerap mengkampanyekan pasangan Yohansi Bassang-Marthen Rante Tondok (Ombas-Marthen).

"K3S Torut itu kan grup khusus kami Kepsek SD, tapi ini Pak Salvinus semua grup dia masuki, grup SMP, SMA/SMK. Padahal dia itu Kepsek SMA Katolik Rantepao," beber salah satu Kepsek yang enggan dimediakan identitasnya.
"Dia (Salvinus) sebagai kepala sekolah harusnya mendukung kegiatan itu untuk peningkatan mutu pendidikan dan sosialisasi kebijakan pemerintah di bidang pendidikan," sambung dia.
Beberapa Kepsek dalam Grup K3S meminta Dinas Pendidikan Sulsel agar memberikan sanksi kepada Kepsek SMA Katolik Rantepao itu.
"Ini kegiatan langsung dari Kemendikbudristek melalui Balai Besar Guru Penggerak Sulsel tapi sepertinya mau digagalkan oleh Pak Salvinus karena digiring ke politik. Beberapa teman kami merasa takut hadir di kegiatan tadi karena nanti Pak Salvinus melapor salah ke bupati," ungkap salah satu Kepsek dalam Grup K3S Torut.
PEDOMANMEDIA berusaha mengklarifikasi hal ini ke Salvinus Patiung. Namun pesan dan telepon WahtsApp tak direspon hingga berita ini diterbitkan.
Sebelumnya Salvinus Patiung merupakan Kepala SMP Katolik Pato Nonongan. Kemudian diangkat menjadi Kepala SMA Katolik Rantepao diduga karena ada peran bupati di dalamnya.

Untuk diketahui, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) telah menerbitkan SE No. 01/2023 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Netralitas Pegawai Pemerintah Non-Pegawai Negeri Sipil (PPNPNS) dalam penyelenggaraan Pemilihan umum dan pemilihan.
Menpan-RB Abdullah Azwar Anas mengingtakan agar setiap PPNPNS wajib bersikap netral dan bebas dari pengaruh dan atau intervensi semua golongan atau partai politik dalam penyelenggaraan pemilu.
Ia menegaskan bahwa guru swasta tetap netral dan tidak berpolitik.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
