Corona Menuju 2 Juta Kasus, Target Belajar Tatap Muka April Dievaluasi Ulang
Saat ini Sulsel sudah zona hijau. Untuk mempertahankan semua ini potensi munculnya klaster baru harus bisa dihentikan. Salah satunya lingkungan sekolah.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerintah mempertimbangkan kembali rencana pembelajaran tatap muka, April nanti. Ini setelah dari hasil kalkulasi harian, kasus Corona diprediksi akan mencapai ledakan baru pada Mei nanti.
Kasus Corona yang bertambah hingga 8.000 per hari diprediksi bisa mencapai 2 juta kasus dalam 3 bulan ke depan. Kondisi ini mengkhawatirkan karena vaksin belum terbukti efektif menekan laju penyebaran.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengatakan, pemerintah belum punya target soal pembelajaran tatap muka. Keputusan itu hanya akan diambil jika kasus Corona benar-benar sudah terkendali.
"Soa target April kan masih ancang ancang. Kalau kasusnya masih laju, saya kira target kita evaluasi lagi," terang NA.
Sebelumnya pemerintah memberi rekomendasi dimulainya pembelajaran tatap muka Januari 2021. Namun rencana itu ditunda menyusul naiknya kembali angka kasus Corona di Tanah Air.
Dalam pekan terakhir Desember dan awal Januari 2021, kasus Corona di Sulsel juga mencatat kenaikan di atas rata-rata. Di Indonesia kasus sudah menembus 1 juta.
"Masih sangat berisiko untuk memutuskan belajar tatap muka sekarang. Kita akan mulai jika benar benar sudah aman. Pertimbangan risiko penularan harus dilihat," jelas NA.
Selain itu mutasi baru Corona yang sedang menyerang Eropa juga menjadi kekhawatiran. Di Eropa, Corona dengan varian baru menyebar dengan cepat. Wabah ini bahkan sudah ditemukan di Asia.
Menurut NA, sebelum pembelajaran tatap muka dibuka, harus memenuhi semua pertimbangan keamanan. Aman bagi siswa, pengajar dan lingkungan. Harus juga dipastikan, penerapan protokol kesehatan di sekolah benar benar berjalan sebagaimana mestinya.
Ia menjelaskan bahwa, hal yang harus dipahami bersama adalah upaya dalam memutus mata rantai Covid-19. Pengalaman yang ada, Sulsel berada di urutan ke lima jumlah kasus Covid-19. Bahkan tertinggi di luar Pulau Jawa.
Saat ini Sulsel sudah zona hijau. Untuk mempertahankan semua ini potensi munculnya klaster baru harus bisa dihentikan. Salah satunya lingkungan sekolah.
Pemerintah Kota Makassar sebelumnya menyatakan akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka pada April nanti.
"Kita targetkan April bisa dimulai (sekolah). Tentu kita lihat kurva kasus. Semoga melandai dan dua bulan mendatang turun," ujar plt Kepala Dinas Pendidikan Makassar Irwan Bangsawan.
Menurut Irwan, juknis pelaksanaan sekolah tatap muka sudah disosialisasikan. Juknis ini terkait format pembelajaran dan penerapan protokol kesehatan.
Sementara pada Kamis lalu Indonesia mencatat penambahan angka kasus Corona hingga 8.435 dalam 24 jam. Penambahan ini menunjukkan laju pandemi masih di angka mengkhawatirkan.
Satgas Penanganan Covid-19 mencatat, 99 persen wilayah RI telah terpapar Corona. Hingga Kamis, total kasus Corona sudah menyentuh 1.191.990 orang.
Data yang disampailan Satgas menunjukkan 8.435 kasus baru Covid-19 periode ini diketahui setelah pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap 71.511 spesimen dalam sehari. Pada periode 10-11 Februari 2021, ada 38.401 orang yang diambil sampelnya untuk menjalani pemeriksaan spesimen.
Hingga saat ini, pemerintah sudah memeriksa 9.933.751 spesimen dari 6.591.580 orang yang diambil sampelnya.
Sementara itu, kasus Covid-19 saat ini sudah tercatat di semua provinsi di Indonesia dari Aceh hingga Papua.
Secara rinci, ada 510 kabupaten/kota dari 34 provinsi yang mencatat pasien akibat terinfeksi virus corona.
Pemerintah juga melaporkan terdapat penambahan 10.145 pasien sembuh dari Covid-19. Mereka dinyatakan sembuh berdasarkan pemeriksaan laboratorium dengan metode polymerase chain reaction (PCR), yang hasilnya negatif virus corona.
