Jumat, 09 April 2021 14:36

Kejati Sulsel Dalami Pembelian Hotel Marante Torut

Hotel Marante Torut. (INT)
Hotel Marante Torut. (INT)

Diketahui Hotel Marante milik salah seorang pengusaha kini telah resmi menjadi aset Pemkab Toraja Utara usai ditebus Rp50 Miliar dan dianggarkan secara bertahap selama dua tahun anggaran, yakni tahun 2019-2020.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kejati Sulsel mendalami dugaan perbuatan melawan hukum penjualan Hotel Marante, Toraja Utara. Kejati sementara menelaah bahkan permintaan data telah dilakukan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulsel Idil mengatakan, pihaknya memang telah menerima laporan dugaan tindak pidana dalam pembelian hotel tersebut.

Hanya saja, pihaknya masih sementara melakukan klarifikasi, sehingga untuk saat ini pihaknya belum bisa memberi keterangan lebih lanjut.

Baca Juga

"Masih klarifikasi, jadi belum ada yang bisa kami sampaikan," tukas Idil.

Sementara itu Kepala BPKAD Toraja Utara Matius Sampelalong saat dikonfirmasi tak menampik, dirinya telah dihubungi oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk membawa sejumlah berkas terkait penambahan aset daerah, khususnya berkas pembelian hotel dari pemilik pada pemerintah daerah.

"Hanya membawa berkas saja. Soal penambahan aset daerah, hotel Marante," ujarnya saat dikonfirmasi terkait panggilan Kejati Sulsel.

Diketahui Hotel Marante milik salah seorang pengusaha kini telah resmi menjadi aset Pemkab Toraja Utara usai ditebus Rp50 Miliar dan dianggarkan secara bertahap selama dua tahun anggaran, yakni tahun 2019-2020.

Pembayaran pertama diketahui telah dilakukan dengan jumlah Rp25 miliar pada 2019 lalu, dan pada 2020 lalu juga sudah dibayarkan senilai Rp6 miliar. 

 

Penulis: Chaidir

Editor : Jusrianto
#Kejati Sulsel #Pembelian Hotel Marante
Berikan Komentar Anda