Rabu, 16 September 2020 09:09

Pilkada Toraja Utara

Etha Akui Banyak Janji Kalatiku Belum Terwujud: Beliau Bekerja Seorang Diri, Sindir Rinto?

Etha Rimba Paembonan Tandi Payung saat berkunjung di Tongkonan To'Barana, Sa'dan. (Foto Screenshot)
Etha Rimba Paembonan Tandi Payung saat berkunjung di Tongkonan To'Barana, Sa'dan. (Foto Screenshot)

Etha Rimba Paembonan Tandi Payung menyebut Kalatiku bekerja sendiri sehingga banyak janjinya belum terwujud. Ia seolah menyindir Yosia Rointo Kadang yang tidak maksimal mendampingi Kalatiku.

TORUT, PEDOMANMEDIA KPU Toraja Utara hingga kini belum menetapkan pasangan calon, namun dr Etha Rimba Paembonan Tandi Payung sudah lancang memperkenalkan diri sebagai Calon Wakil Bupati Toraja Utara seolah tidak paham betul politik (tahapan Pilkada).

Sampai sekarang Etha masih sebagai Bakal Calon Wakil Bupati Toraja Utara sama seperti pendaftar lainnya di KPU Toraja Utara.

Perkenalan Etha sebagai Calon Wakil Bupati disampaikan saat kunjungan di Tongkonan To’Barana, Sa’dan, kemarin. Video kunjungan Etha tersebut beredar di media sosial (Medsos).

Baca Juga

“Hari ini saya ada di Toraja Utara sebagai calon wakil bupati, kalau Tuhan ijinkan 9 Desember 2020 nanti kita akan maju dalam kontestasi Pilkada berpasangan dengan DR kalatiku Paembonan,” ucap Etha di hadapan sejumlah warga yang hadir.

Dalam kesempatan itu, Etha mengakui selama pemerintahan Kalatiku Paembonan sebagai Bupati Toraja Utara memang banyak kekurangan, pembangunan belum tuntas, dan banyak janji belum diwujudkan.

“Hari ini tingkat kepuasan masyarakat 50 persen sangat wajar karena beliau (Kalatiku Paembonan-red) bekerja seorang diri,” ucap Etha seolah menyindir Wakil Bupati Toraja Utara Yosia Rinto Kadang.

Selain itu, Etha juga menyampaikan beberapa informasi kepada warga terkait pemilihan/Pilkada serentak 2020 ini yang berbeda dengan Pilkada sebelumnya.

Kata dia, masa jabatan kepala daerah yang terpilih di Pilkada 2020 ini hanya 3,5 tahun.

“Tidak lagi 5 tahun seperti biasanya karena tahun 2024 nanti akan ada Pilkada/Pemilu nasional secara serentak di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Politisi Partai Gerindra ini mengajak warga agar berfikir yang matang dalam menentukan pemimpin yang bisa bekerja.

“Pertimbangan dari saya coba bayangkan kalau kita memilih pemimpin yang baru akan dipakai untuk mengamati, tahun kedua akan dipakai untuk belajar, tahun ketiga dipakai untuk mencoba, tahun keempat sudah habis/finish, jadi tidak ada waktu untuk bekerja dan mengimplementasikan apa yang sudah diamati apa yang sudah dipelajari,” pesannya.

Pernyataan Etha tersebut tanpa sadar menyindir atau bisa saja menjatuhkan pemerintahan Kalatiku Paembonan-Yosia Rinto Kadang.

Artinya, selama satu periode Kalatiku dan Yosia Rinto Kadang tidak ada waktu untuk bekerja dan mengimplementasikan apa yang sudah diamati dan dipelajari?

Sebelumnya, Yosia Rinto Kadang menyebut dirinya tidak dilibatkan oleh Kalatiku dalam pemerintahan. Ia juga mengungkapkan jika aspirasi tokoh-tokoh masyarakat selama ini tidak didengarkan oleh Kalatiku.

Hal itu dilontarkan Yosia Rinto menanggapi pernyataan Kalatiku yang menyebut dirinya bekerja seorang diri tanpa wakil bupati. Bahkan sebelumnya Kalatiku menyebut Yosia Rinto kerjanya hanya sibuk mengurus proyek. 

Penulis : Denis
Editor : Redaksi
#Pilkada Toraja Utara #Kala'-Etha
Berikan Komentar Anda